Kiwoom Securities: Positifnya Bursa Dunia Beri IHSG Dukungan

Kiwoom Securities: Positifnya Bursa Dunia Beri IHSG Dukungan

- detikFinance
Senin, 08 Des 2014 08:26 WIB
Kiwoom Securities: Positifnya Bursa Dunia Beri IHSG Dukungan
Jakarta - Positifnya bursa dunia diharapkan dapat memberikan dukungan. IHSG masih melanjutkan penguatan dengan membentuk pola doji serta adanya minat jual asing minggu lalu. Peluang penguatan terlihat masih akan dibatasi oleh adanya level psikologis 5,200. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran positif pada hari ini.


APLN – Belanja modal

PT Agung Podomoro Land (APLN) menyiapkan belanja modal Tahun 2015 sebesar Rp 6 Triliun atau naik 20% dibandingkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 5 Triliun. Dana capex akan digunakan untuk proyek pengembangan SOHO Pancoran dan SOHO Pluit. Pluit City dikembangkan seluas 160 hektare (ha) yang terbagi dalam lima tahap pembangunan. Tahap pertama seluas 30 hektare (ha) akan dibangun untuk ruko, dan villa, serta taman. Sementara itu, SOHO Pancoran dibangun diatas lahan seluas 7.795 meter persegi. Kawassan ini akan memiliki dua menara North Wing dan South Wing. Pendanaan Capex akan berasal dari internal dan eksternal, adapun pendanaan eksternal akan diperoleh dari emisi obligasi yang sudah diterbitkan senilai Rp 2.5 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 

BTEL – Restrukturisasi utang

Total utang PT Bakrie Telekom (BTEL) yang telah didaftarkan pada pengurus penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) mencapai Rp 19 Triliun. Nilai tersebut diajukan oleh lebih dari 300 kreditur dan belum merupakan angka final karena beberapa kreditur mengajukan beberapa kali, selain turut serta memasukkan beban bunga, denda, dan total kerugian selama perjanjian diluar pokok utang. Sesuai laporan keuangan, BTEL memiliki total utang senilai Rp 6 Triliun.

 

ENRG – Pinjaman sindikasi

PT Energi Mega Persada (ENRG) tengah menjajaki pinjaman baru senilai US$ 200 Juta dari Credit Suisse dan Deutche Bank. ENRG berharap fasilitas baru dikenakan bunga lebih rendah, yakni sekitar LIBOR+10% hingga LIBOR+11%. Pinjaman tersebut akan digunakan untuk melakukan refinancing atas utang senilai US$ 200 Juta dari Faralon Capital dengan bunga LIBOR+18%.

 

ESSA – Rencana emisi obligasi konversi

PT Surya Esa Perkasa (ESSA) berencana menerbitkan obligasi konversi senilai US$ 35 Juta melalui mekanisme private placement. ESSA akan menerbitkan 110 juta lembar saham baru (sebesar 9.09% dari modal disetor) dengan menetapkan harga konversi pada Rp 3,138 per saham. Covertible bond tersebut berjangka waktu enam tahun dengan bunga 0.5% per tahun.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads