Kiwoom Securities: Penurunan IHSG Mulai Terbatas

Kiwoom Securities: Penurunan IHSG Mulai Terbatas

- detikFinance
Rabu, 10 Des 2014 08:24 WIB
Kiwoom Securities: Penurunan IHSG Mulai Terbatas
Jakarta - Tertekannya bursa Eropa dan regional dapat kembali memberi sentimen negatif. IHSG masih berada di kisaran negatif diikuti oleh cukup tingginya minat jual asing kemarin. Adanya beberapa level support kemungkinan dapat membatasi penurunan ini. Sehingga, kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak turun pada hari ini.

 

AMRT – Akuisisi Midi Utama Indonesia

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) menyelesaikan akuisisi 30% saham PT Midi Utama Indonesia senilai Rp 518.8 Miliar (senilai Rp 600 per lembar saham) pada 5 Desember lalu. Dengan demikian, AMRT kini menguasai 86.72% saham Midi Utama dari sebelumnya 56.72%. Perseroan membeli saham Midi Utama Indonesia dari Lawson Asia Pacific Holdings Pte Ltd melalui pasar negosiasi. Untuk mendanai akuisisi tersebut perseroan telah melakukan penambahan modal terlebih dahulu (non-HMTED) dengan menerbitkan 864.7 juta saham baru atau 2.24% modal disetor pada harga Rp 600 per saham

 

BKSL – Belanja modal

PT Sentul City (BKSL) menganggarkan belanja modal Rp 700 Miliar pada tahun depan. BKSL berencana mencari sumber pendanaan eksternal setara dengan 20% dari anggaran belanja modal atau Rp 140 Miliar untuk menutupi kebutuhan belanja modal tahun depan. BKSL akan menggunakan belanja modal pada tahun depan untuk meluncurkan 14 produk baru dengan total sebanyak 2,313 unit senilai Rp 1.94 Triliun. BKSL juga berencana ekspansi keluar Jabodetabek dengan mengembangkan hotel di Lombok, Nusa Tenggara Barat yang memiliki 300 kamar.

 

JSMR – Belanja modal

PT Jasa Marga (JSMR) mengalokasikan dana belanja modal senilai Rp 4 Triliun tahun depan dimana sebagian besar diantaranya dialokasikan untuk membiayai sejumlah proyek jalan tol. Perseroan juga menyiapkan dana sebesar Rp 100-200 Miliar untuk ekspansi di sektor properti melalui anak usaha, PT Jasa Marga properti. Sumber dana belanja modal berasal dari kas internal sebesar Rp 3 Triliun dan pinjaman bank Rp 1 Triliun.

 

TINS – Pabrik rare earth

PT Timah (TINS) akan menyiapkan izin usaha pertambangan (IUP) di pulau Bangka dan Belitung sebagai areal tambang khusus penghasil mineral rare earth. Kegiatan eksplorasi tambang akan dimulai setelah smelter mini plant rare earth beroperasi pada Maret 2015. TINS menginvestasikan RP 20 Miliar untuk pembangunan pabrik rare earth di Kawasan Industri Tanjung Ular, Bangka Belitung. Pabrik tersebut akan menghasilkan logam mineral rare earth (ROEH3) dengan kapasitas 50 Kg per hari.

 

WOMF – Rencana emisi obligasi

PT Wahana Ottimitra Multiartha (WOMF) tengah mengkaji emisi obligasi senilai Rp 1.6 Triliun tahun depan untuk mendukung ekspansi kredit pembiayaan. Minggu lalu WOMF telah menerbitkan obligasi senilai total Rp 800 Miliar yang terdiri dari Seri A senilai Rp 300 Miliar dengan tenor 370 hari dan Seri B senilai Rp 500 Miliar dengan tenor 3 tahun.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads