Kiwoom Securities: Pasar Global dan Regional Memberi Tekanan

Kiwoom Securities: Pasar Global dan Regional Memberi Tekanan

- detikFinance
Kamis, 11 Des 2014 08:22 WIB
Kiwoom Securities: Pasar Global dan Regional Memberi Tekanan
Jakarta - Melemahnya Dow Jones serta pasar regional dapat memberikan tekanan menjelang penentuan BI Rate siang nanti. IHSG menutup perdagangan positif dengan penutupan di atas minor resistance 5,150 kemarin. Namun, belum adanya minat beli asing dapat menghambat kenaikan ini. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah hari ini.


APEX – Kontrak jasa pengeboran migas

PT Apexindo Pratama Duta (APEX) telah mendapatkan kontrak hingga tiga tahun kedepan senilai US$ 614.2 Juta. Sekitar 80% atau US$ 491.36 Juta mayoritas kontrak berupa kontrak pengeboran minyak dan gas lepas pantai (offshore). Sementara sisanya 20% atau US$ 149.84 Juta berupa kontrak pengeboran darat (onshore). Kontrak tersebut berasal dari 14 kontrak kerja klien perusahaan. APEX juga akan membangun tempat penunjang pengeboran lepas pantai (jack up rig) kelas ABS dengan biaya investasi US$ 175 Juta melalui sumber pendanaan pinjaman dari lembaga pembiayaan dari China: Ocean Tune. Suku bunga pinjaman dari Ocean Tune sekitar Libor+5.75%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 

BIPI & SRTG – Batalkan rencana transaksi akuisisi

Seiring telah terlampauinya masa perpanjangan waktu negosiasi pada 10 Desmber lalu, PT Saratoga Investama Sedaya (SRTG) melalui Interra Resources Limited membatalkan rencana akuisisi PT Bintang Sukses Nasional dan tiga anak perusahaan PT Benakat Integra (BIPI) senilai total US$ 60 Juta. Ketiga anak perusahaan BIPI tersebut adalah PT Benakat Oil, PT Indelberg Indonesia, dan PT Benakat Barat Petroleum. Perpanjangan waktu negosiasi telah dilakukan beberapa kali dimana pada 3 Desember lalu kedua belah pihak menyetujui perpanjangan waktu hingga 10 Desember dengan nilai transaksi diturunkan dari US$ 78.5 Juta menjadi US$ 60 Juta.

 

ITMG – Rencana pembangunan PLTU

PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) terus mematangkan rencana pengembangan proyek PLTU berkapasitas 1x100 MW. ITMG tengah mencari mitra startegis untuk mengerjakan proyek senilai US$ 100 Juta tersebut. Rencana pembangunan pembangkit listrik menjadi startegi ITMG terhadap tren penurunan harga batubara. Saat ini perseroan memiliki satu pembangkit listrik berkapasitas 2x7 MW di blok timur area pertambangan salah satu entitas anak usahanya, PT Indominco Mandiri.

 

LTLS – Rencana ekspansi

PT Lautan Luas (LTLS) akan membangun tiga proyek utama tahun depan dengan total nilai proyek sebesar Rp 750 Miliar. Ketiga proyek itu adalah perluasan pabrik krimmer di Mojosari senilai US$ 40 Juta, pergudangan logistik di Simper Tanjung Priok senilai Rp 150 Miliar, dan pembangunan pabrik bahan kimia di Tangerang senilai US$ 10 Juta. Perseroan menargetkan pendapatan tahun depan sebesar Rp 7 Triliun atau naik dari target tahun ini yang sekitar 6 Triliun.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads