Rilis IMF terkait masuknya Yuan ke dalam urutan mata uang yang dapat digunakan sebagai cadangan devisa selain US$ dan Euro memberikan sentimen positif pada laju Yuan. Dengan penilaian tersebut, pelaku pasar berasumsi permintaan akan Yuan dapat meningkat. Meski laju penguatan Yuan berimbas positif pada pergerakan laju Rupiah namun, masih tertahan dengan berbalik naiknya laju US$ seiring kemajuan perbaikan ekonomi AS. Laju Rupiah berada di bawah target level resisten 12.325. Laju Rupiah diperkirakan tidak berbeda jauh dibandingkan hari sebelumnya dimana cenderung variatif. Rp 12.342-12.328 (kurs tengah BI).
Turunnya foreign bond investment Jepang membuat nilai tukar Yen meningkat dan berimbas pada melemahnya sejumlah indeks saham Asia. Tidak hanya itu, pergerakan harga minyak mentah dunia yang masih bergerak turun juga memberikan sentimen negatif. Bahkan naiknya suku bunga Rusia dari 9,5% menuju 10,5% juga turut direspon negatif.
Laju bursa saham Eropa cenderung bergerak variatif sehingga beberapa indeks saham Asia masih melanjutan pelemahannya. Turunnya inflasi Jerman dan Perancis turut direspon negatif karena pelaku pasar menilai masih cukup rendahnya daya beli / permintaan masyarakat. Begitupun dengan industrial production Italia yang juga menurun, turut memberikan sentimen negatif.
Rilis rendahnya indeks harga ekspor dan impor yang dibarengi oleh cukup rendahnya initial jobless claim serta kenaikan penjualan ritel mampu membalikan laju indeks saham AS ke zona hijau. Cukup positifnya rilis tingkat pengangguran AS turut memberikan sentimen positif. Dengan positifnya rilis data-data tersebut dapat mengimbangi sell-off di saham-saham energi akibat imbas pelemahan harga minyak global.
Pada perdagangan Jumat (12/12) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5135-5142 dan resisten 5162-5172. Three outside up bertahan di area middle bollinger band (MBB ). MACD bergerak datar tipis mencoba bertahan dari death gross dengan histogram positif yang lebih pendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R berbalik turun. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5175-5189) dan sempat masuk ke target support (5115-5148). IHSG terlihat masih berupaya bergerak naik namun, tertahan dengan adanya aksi jual. Diharapkan penguatan bursa saham AS dapat berimbas positif pada laju IHSG yang sedang mencoba untuk kembali bergerak positif. Tetapi, perlu juga waspada akan terjadinya pelemahan lanjutan seiring masih adanya potensi profit taking.
(ang/ang)











































