First Asia Capital: IHSG Akan Cenderung Tertekan

First Asia Capital: IHSG Akan Cenderung Tertekan

- detikFinance
Selasa, 16 Des 2014 08:49 WIB
Jakarta - Perdagangan saham awal pekan kemarin ditandai keluarnya dana asing (hot money) seiring memburuknya kondisi pasar saham global terutama akibat anjloknya harga minyak mentah dunia dan penarikan dana global dari emerging market mengantisipasi kenaikan tingkat bunga The Fed pada paruh pertama tahun depan.

Penjualan bersih asing kemarin mencapai Rp 828,07 miliar. Sepanjang Desember hingga kemarin, dana asing keluar hingga Rp 3 triliun pasar saham.

IHSG kemarin terkoreksi 1%, terbesar sejak 13 Oktober 2014, tutup di 5.108,432. Di pasar obligasi, pemodal asing menarik dana hingga Rp 10 triliun sepanjang Desember hingga akhir pekan lalu. Ini membuat yield obligasi negara tenor 10 tahun melonjak 23 bps menjadi 8,45%, tertinggi sejak 8 Oktober 2014. Yield obligasi negara Indonesia sudah naik 75 bp sepanjang Desember.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu bursa global tadi malam kembali tertekan. Indeks saham utama di kawasan Eropa ditutup koreksi lebih dari 2%, seperti indeks Eurostoxx anjlok 2,75%.

Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing terkoreksi 0,58% dan 0,63%. Harga minyak di AS kembali anjlok 4,3% di US$ 55,33/barel.

Pemodal global menghindari aset beresiko di tengah gejolak harga minyak dunia dan ekspektasi kenaikan tingkat bunga The Fed yang akan memulai pertemuan akhir tahun ini pekan ini.

IHSG akan cenderung tertekan pada perdagangan hari ini dan rupiah berpeluang kembali melemah apabila dana asing masih keluar dari pasar. Secara technical IHSG akan bergerak dengan support di 5.070 dan resisten di 5.125.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads