Kiwoom Securities Indonesia: IHSG Masih Akan Bergerak Turun

Kiwoom Securities Indonesia: IHSG Masih Akan Bergerak Turun

- detikFinance
Rabu, 17 Des 2014 08:41 WIB
Jakarta - Turunnya Dow Jones namun di tengah rebound-nya bursa dunia dapat mempengaruhi sentimen. IHSG kembali mengalami tekanan jual dengan cukup tingginya sentimen jual asing. Kami memperkirakan IHSG masih akan bergerak turun pada hari ini.

ACST – Masuk sektor konstruksi sipil dan sektor kelautan

PT Acset Indonusa (ACST) menargetkan pendapatan Rp 1.59 Triliun pada tahun 2015 tumbuh 20% dari pencapaian tahun ini yang diperkirakan Rp 1.33 Triliun. Setelah PT United Tractors (UNTR) menjadi pemegang saham mayoritas, ACST akan masuk ke sektor konstruksi sipil dan sektor kelautan dengan tetap mengandalkan jasa konstruksi dan pondasi. ACST menganggarkan dana belanja modal Rp 60 Miliar tahun depan, sama dengan alokasi tahun ini. Manajemen UNTR menargetkan peralihan 40% saham tahap pertama selesai akhir tahun 2014 dan sisanya 10.1% saham akan dibeli dari saham beredar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BIPI – Restrukturisasi utang

PT Benakat Integra (BIPI) menargetkan refinancing utang senilai US$ 500 Juta dapat selesai pada pertengahan 2015 untuk menurunkan beban bunga dari saat ini sekitar 12% per tahun menjadi 7% hingga 8% per tahun. Manajemen menyatakan telah mendapat komitmen pinjaman senilai US$ 275 Juta dari beberapa bank asing.

CTRA – Target marketing sales tidak tercapai

PT Ciputra Development (CTRA) memperkirakan tidak akan mampu memenuhi target marketing sales tahun ini Rp 9.2 Triliun. CTRA memperkirakan hanya dapat membukukan Rp 8.5 Triliun pada akhir 2014 karena marketing sales proyek di luar Jawa milik anak usaha, PT Ciputra Property (CTRP), lebih rendah dari ekspetasi. Perlambatan marketing sales juga diakibatkan oleh penundaan peluncuran proyek mixed use di Fatmawati (Jakarta Selatan), Citragarden Malang (Jawa Timur), dan Apartemen di Kemayoran Jakarta. Realisasi marketing sales apartemen dan perkantoran Ciputra World Jakarta jauh dari target marketing sales sehingga CTRP menurunkan target marketing sales dari semula Rp 1.7 Triliun menjadi Rp 1.3 Triliun.

MAIN – Belanja modal

PT Malindo Feedmill mengalokasikan belanja modal tahun depan sebesar US$ 50 Juta atau sekitar Rp 600 Miliar, naik 20% dibandingkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 500 Miliar, yang akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas pabrik pakan ternak. Selain itu MAIN juga akan mengembangkan bisnis upstream berupa produksi daging olahan dengan meningkatkan kapasitas produksi pabrik daging olahan tahun depan. MAIN menargetkan dapat meningkatkan kapasitas produksi bisnis upstream hingga 30%

MDLN – Marketing sales

PT Modernland Realty (MDLN) membukukan marketing sales senilai Rp 3.42 Triliun, sekitar 89% dari target tahun in Rp 3.8 Triliun. Proyek superblok Jakarta Garden City di Cakung memberi kontribusi penjualan terbesar dengan pemasaran kedua klaster perumahan yang mencapai Rp 700 Miliar.

PTBA – Belanja modal 2015

PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) mengalokasikan dana Rp 5 Triliun belanja modal tahun depan, naik dari alokasi Rp 2.2 Triliun tahun ini, yang akan digunakan untuk membangun system elektrifikasi pertambangan. Langkah tersebut diambil seiring pembangunan PLTU 2x10 MW. Sumber dana belanja modal akan berasal dari kas internal.

(hds/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads