Woori Korindo Securities: IHSG Rentan Aksi Jual

Woori Korindo Securities: IHSG Rentan Aksi Jual

- detikFinance
Selasa, 23 Des 2014 08:08 WIB
Woori Korindo Securities: IHSG Rentan Aksi Jual
Jakarta - Tepat di peringatan Hari Ibu di awal pekan, laju IHSG yang semula masih dapat melaju di zona hijau secara berangsur mulai melemah dan berakhir di zona merah. Tampaknya laju IHSG tidak jauh berbeda dengan ulasan kami sebelumnya dimana Meski masih ada ruang untuk kembali melanjutkan penguatan namun, potensi tersebut dapat terganggu jika volume jual mulai membesar dibandingkan volume beli seiring keinginan untuk profit taking. Tampaknya pelaku pasar masih memanfaatkan tren kenaikan untuk pasang maupun antri jual. Sepanjang tidak dimanfaatkan untuk selloff maka laju IHSG dapat berpotensi menguat kembali. Terpantau bahwa volume jual masih cukup besar sehingga potensi penguatan lanjutan menjadi berkurang. Tidak banyak saham-saham big caps yang masuk jajaran top gainer karena banyak yang terkena aksi jual. Meski tercatat melemah namun, masih ada perlawanan dari volume beli sehingga gagal menutup utang gap 5113-5127. Begitu pun dengan laju bursa saham Asia yang masih dapat positif turut menahan pelemahan IHSG lebih dalam. Adapun transaksi asing tercatat nett sell (dari net sell Rp 1,9 triliun menjadi net sell Rp 357 miliar).

Laju nilai tukar Rupiah mengawali pekan ini di zona hijau. Masih berlanjutnya penguatan Rupiah seiring dengan imbas tidak langsung penguatan harga minyak mentah global. Harga minyak mentah menguat setelah Menteri Arab Saudi, Ali Al-Naimi, mengatakan pelemahan harga minyak mentah akan berakhir dan pasar komoditas akan pulih. Pelaku pasar pun beralih ke kontrak minyak dan sementara melepas US$. Di sisi lain, Terapresiasinya laju Euro yang merespon pernyataan tersebut dan menguatnya kembali Rubel Rusia setelah China menawarkan bantuan dan currency swaps, turut menopang terapresiasinya Rupiah. Laju Rupiah masih dapat menguat dan mampu berada di atas target level resisten 12.540. Diharapkan sentimen positif masih berpihak pada penguatan lanjutan Rupiah. Rp 12.475-12.415 (kurs tengah BI).

Tampaknya pernyataan Menteri Arab Saudi tersebut berimbas positif juga pada laju saham-saham pertambangan di Asia sehingga mampu memberikan sentimen positif pada laju bursa saham Asia. Di sisi lain, dengan pelemahan cukup besar sebelumnya membuat saham-saham di Asia dinilai oversold dan pelemahan harga minyak mentah sebelumnya dinilai dapat membantu perekonomian negara-negara Asia. Tidak hanya itu, masih adanya penilaian bahwa pemerintahan China bersama PBoC akan mendukung upaya percepatan pemulihan ekonomi turut direspon positif..

Menguatnya saham BP Plc., Royal Dutch Shell Plc., dan Kingfisher seiring berita-berita positif dari internal nya maupun imbas dari meningkatnya kembali harga minyak mentah memberikan sentimen positif pada laju bursa saham Eropa. Minimnya rilis data tidak mengurangi potensi penguatan laju bursa saham Eropa.

Laju bursa saham AS diharapkan dapat berahir positif dengan harapan akan banyak ditopang saham-saham pertambangan dan produsen migas. Selain itu, pelaku pasar juga akan menantikan rilis data existing home sales dan Chicago Fed National Activity index yang diharapkan dapat mengalami kenaikan.
 
Pada perdagangan Selasa (23/12) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5108-5116 dan resisten 5144-5168. Bearish engulfing di area middle bollinger band (MBB ). MACD kembali gagal mencoba membentuk golden cross dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, Stochastic, dan William’s %R tertunda melanjutkan penguatan dan cenderung berbalik turun. Laju IHSG sempat masuk area target resisten (5153-5171) meski gagal bertahan dan juga sempat masuk pada target support (5118-5138). Mulai membesarnya volume jual dibandingkan volume beli membuat potensi penguatan lanjutan dari IHSG kian sirna. Apalagi utang gap terdekat 5113-5127 belum tertutupi sehingga membuat laju IHSG akan rentan melemah jika tidak didukung oleh sentimen positif dan masih maraknya aksi jual.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads