(ang/ang)
Waterfront Securities: IHSG Diprediksi Mix
Selasa, 23 Des 2014 08:31 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 20 Desember ditutup melemah 0,37% pada level 5125. Sektor perkebunan menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp357,8 miliar. Koreksi IHSG antara lain dipicu oleh profit taking setelah pekan lalu mengalami kenaikan. Indeks di bursa Wall Street berlanjut ditutup menguat yang dipicu oleh penguatan pada saham sektor teknologi. Indeks Dow Jones dan S&P500 kembali ditutup pada level tertinggi, meskipun terjadi koreksi pada saham energi. Penguatan indeks ini melanjutkan penguatan pada pekan lalu yang dipicu oleh penundaan kenaikan suku bunga oleh The Fed, reboundnya harga minyak mentah serta harapan akan stabilnya ekonomi Rusia setelah sebelumnya mengalami krisis keuangan akibat turunnya harga minyak mentah dan melemahnya mata uangnya. Data existing home sales bulan November secara tak terduga mengalami penurunan pada level 4,93 juta dari bulan sebelumnya 5,25 juta, lebih rendah dari estimasi yang sebanyak 5,2 juta. Sementara itu harga minyak mentah kembali melemah setelah Menteri Perminyakan Arab Saudi menyatakan bahwa OPEC tidak akan memangkas produksi minyak pada harga berapa pun. Untuk Indeks Harga Saham Gabungan hari ini diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5095-5150. Rekomendasi: BBRI, BBNI, KLBF, INDF, ASII, UNTR, WIKA, ADHI.
(ang/ang)
(ang/ang)











































