BEST – Rencana emisi obligasi
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BIRD – Belanja modal
PT Blue Bird (BIRD) mengalokasikan belanja modal tahun depan sebesar Rp 2.7 Triliun, turun dibandingkan belanja modal tahun ini sebesar Rp 2.9 Triliun. Dana ini akan digunakan untuk membiayai pembelian kendaraan baru, penambahan dan peremajaan armada taksi dan rental, serta pembelian tanah, dan pembangunan pool. Sumber belanja modal sebesar 40% akan berasal dari penawaran umum perdana. Sisanya 60% berasal dari kombinasi standby loan dank as internal.
GIAA – Restrukturisasi utang
PT Garuda Indonesia (GIAA) berencana menerbitkan obligasi global senilai US$ 500 Juta dalam dua tahun kedepan untuk keperluan refinancing utang. GIAA tercatat memiliki utang senilai US$ 350 Juta yang jatuh tempo tahun depan dan US$ 135 Juta yang jatuh tempo pada 1Q 2016. Pada akhir September lalu GIAA tercatat memiliki total utang jangka panjang senilai US$ 578.1 Juta, dengan porsi jangka pendeknya mencapai US$ 255.64 Juta. GIAA juga tercatat memiliki utang obligasi senilai US$ 162.7 Juta.
PTBA – Penuntasan akusisi 2 perusahaan
PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) akan merampungkan akusisi dua persusahaan pada awal 2015. Saat ini, Bukit Asam sedang memproses penyelesaian perjanjian investasi terkait pengambilalihan 95% saham perusahaan jasa pertambangan. Aksi korporasi ini dilakakuka oleh anak usaha perseroan, yaitu PT Bukit Multi Investama yang ditargetkan tuntas pada Januari 2015. Selain itu, PTBA juga akan melanjutkan proses akuisisi saham Ignite Resources yang sebelumnya dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2014. Ignite Resources mampu mengubah batu bara menjadi minyak dan bahan injeksi proses pembuatan baja.
TBIG – Pembangunan menara baru
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) berencana membangun 1,500-2,000 menara telekomunikasi pada tahun depan dengan mengalokasikan modal hingga Rp 2 Triliun. Biaya yang dibutuhkan untuk membangun satu menara telekomunikasi berkisar Rp 1 Miliar-Rp 1.1 Miliar. Sumber pendanaan akan berasal dari kas internal dan pendanaan eksternal. Selain itu, TBIG memiliki potensi untuk melakukan obligasi penerbitan umum berkelanjutan (PUB) Senilai Rp 4 Triliun dan yang sudah dirilis senilai Rp 870 Miliar.
(ang/ang)











































