Laju nilai tukar Rupiah di awal pekan terlihat mampu berbalik positif. Bahkan berhasil melampaui perkiraan kami sebelumnya dimana Tampaknya mendekati penghujung tahun, laju US$ masih menunjukkan penguatannya seiring dengan maraknya sentimen pemulihan ekonomi AS. Masih adanya imbas dari rilis data-data ekonomi AS yang kian naik membuat sentimen negatif masih akan menyelimuti sehingga waspadai potensi pelemahan lanjutan. Kebetulan juga penguatan ini terjadi seiring berita akan diumumkannya kebijakan baru pemerintah terhadap harga BBM. Meneg Perekonomian mengakui salah satu kebijakan yang segera diumumkan adalah terkait penyesuaian kembali harga BBM bersubsidi dan kemungkinan penerapan subsidi tetap dalam APBN-Perubahan 2015, untuk mengurangi beban belanja akibat tingginya alokasi subsidi energi. Laju Rupiah berada di atas target level resisten 12.462. Penguatan yang terjadi memang belum mengkonfirmasi penguatan lanjutan namun, jika sentimen positif masih dapat bertahan dan diimbangi dengan cenderung sidewaysnya laju US$ maka laju Rupiah berkesempatan melanjutkan kenaikan. Rp 12.443-12.429 (kurs tengah BI).
Awan positif masih menyelimuti bursa saham Asia, terutama bursa saham China yang mayoritas masih dapat bergerak di zona hijau. Kenaikan saham-saham asuransi turut menopang laju positif tersebut seiring kinerja portofolio emiten asuransi tersebut diperkirakan akan mengalami peningkatan seiring dengan positifnya kinerja indeks saham. Di sisi lain, penguatan juga ditopang oleh sentimen yang sama di mana Pemerintah China bersama PBoC akan melonggarkan kebijakan moneter ketatnya dan mengesampingkan sementara waktu kewajiban untuk pemberi pinjaman (lembaga keuangan) untuk menyisihkan cadangan untuk beberapa deposito.
Laju bursa saham Eropa di awal pekan bergerak variatif cenderung mampu menguat meski tipis dan beberapa diantaranya terlihat melemah. Kembali naiknya harga minyak mentah berimbas pada kembali naiknya saham-saham migas. Sementara sentimen negatif datang dari penyelenggaraan pemilu awal Yunani dimana PM Antonis Samaras kembali gagal mendapatkan dukungan dari parlemen terhadap calon penggantinya yang memiliki pandangan yang sama terhadap perekonomian Yunani ke depannya. Turunnya consumer confidence Italia yang berimbas pada pelemahan indeks MIB sempat menghambat laju indeks saham Eropa.
Turunnya Dallas Fed manufacturing index sempat membuat laju bursa saham AS melemah di awal sesi pada awal pekan ini. Tetapi, dapat diimbangi dengan kembali naiknya harga kontrak minyak mentah yang dipicu imbas meningkatnya ekskalasi geopolitik di Libya. Kenaikan tersebut tentu saja direspon positif sebagian pelaku pasar dimana seham-saham yang berbasis migas mengalami kenaikan.
Pada perdagangan Selasa (30/12) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5135-5155 dan resisten 5187-5200. Double shooting star di atas area middle bollinger band (MBB ). MACD kembali mencoba membentuk golden cross meski terbatas dengan histogram negatif yang memendek. RSI, Stochastic, dan William’s %R mencoba kembali melanjutkan kenaikan. Laju IHSG sempat masuk pada area target resisten (5172-5188) dan juga mampu bertahan di atas target support (5135-5155). IHSG sedang bertaruh dan berada di persimpangan antara kembali melanjutkan kenaikan dan pasrah terkena aksi profit taking. Asumsi jika sentimen dari global dapat lebih positif maka IHSG pun diperkirakan dapat menutup akhir tahun ini di teritori positif.
(ang/ang)











































