Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat inflasi tahunan nasional pada 2014 mencapai 8,36%. Besaran inflasi tahun lalu lebih kecil ketimbang yang terjadi di tahun 2013 yaitu 8,38%. Sedangkan inflasi bulan Desember saja naik 2,46%. Bank Indonesia menyatakan, inflasi bulan Desember 2014 meningkat tinggi dan sedikit melebihi perkiraan bank sentral sebelumnya, yaitu dikisaran 2,1%-2,2%. Selain itu BPS mencatat neraca perdagangan pada November 2014 defisit sebesar US$ 425,7 juta. Penyebabnya karena penurunan ekspor, sedangkan kegiatan impor masih tinggi. Secara akumulasi sepanjang 2014, neraca perdagangan Indonesia pun masih negatif US$ 2,07 miliar.
Sementara dari bursa global perdagangan sepi kembali mewarnai perdagangan. Beberapa data ekonomi juga dirilis. Purchasing Managers' Index China bulan Desember turun ke level 50,1, berbanding 50,3 pada November. PMI di atas 50 menunjukkan ekspansi manufaktur, sedangkan di bawahnya menunjukkan kontraksi. Selain itu penurunan bursa Ibovespa di Brasil juga memberikan sentimen negatif ke emerging market.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































