Kiwoom Securities: IHSG Mix, Cenderung Negatif

Kiwoom Securities: IHSG Mix, Cenderung Negatif

- detikFinance
Senin, 05 Jan 2015 08:29 WIB
Kiwoom Securities: IHSG Mix, Cenderung Negatif
Jakarta - Naiknya US$ index pada kisaran 91.2, level tertinggi dalam 9 tahun terakhir, membayangi pergerakan kurs tukar emerging market pagi ini. IHSG ditutup hanya beberapa poin di bawah level tertinggi 5,246 dan rentan aksi profit taking. Pasar diperkirakan β€œwait and see” melihat perkembangan kurs tukar, seiring naiknya US$ Index serta penyesuaian terhadap kebijakan harga BBM. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan negatif hari ini.

Β 

DAJK – Rencana emisi obligasi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo (DAJK) berencana menerbitkan obligasi dan akan meminta izin ke pemegang saham pada 21 Januari 2015. Manajemen DAJK belum menyebutkan target dari penerbitan Obligasi tersebut. Rencananya, DAJK akan menggunakan sebagian dana dari obligasi untuk membangun pabrik di Subang, Jawa Barat yang ditargetkan beroperasi akhir 2017 dengan kapasitas produksi offset printing dan corrugated mencapai 100,000 ton.

GPRA – Rencana ekspansi

PT Perdana Gapuraprima menyiapakan dana ekspansi tahun ini sebesar Rp 824 Miliar yang terdiri dari belanja modal sebesar Rp 614 Miliar dan dana akuisisi pengembangan properti senilai Rp 210 Miliar. GPRA berencana menyerap capex sebesar Rp 280 Miliar untuk pembangunanperumahan bukit Cimanggu City di Bogor,pengembangan Treasurry Office Tower di Serpong dan proyek Bellevue Place di Cawang masing-masing sebesar Rp 50 Miliar dan Rp 84 Miliar. Perseroan juga menyerap capex sebesar Rp 200 Miliar untuk pengembangan proyek baru. Proyek tersebut antara lain proyek Bhuvana di Ciawi senilai Rp 84 Miliar, West Town di Cengkareng dan Grand Park City di Bogor senilai Rp 50 Miliar.

GWSA – Belanja modal

PT Greenwood Sejahtera mengalokasikan belanja modal Rp 2.6 Triliun hingga tahun 2016. Pada tahun ini belanja modal GWSA senilai Rp 1 Triliun, sedangkan 2016 sebesar Rp 1.7 Triliun. Dana belanja modal akan digunakan untuk membeli lahan, ekspansi superblock, serta membangun menara perkantoran di kota-kota besar Indonesia. Tahun ini, salah satu prioritas Greenwood adalah melanjutkan pembangunan proyek The City Center Batavia Office Tower Two. Adapun penjualan pemasaran unit properti dari Office Tower Two diharapkan mencapai Rp 1 Triliun pada 2015. Belanja modal berasal dari hasil penjualan unit properti, penerbitan obligasi, serta kas internal.

KRAS – Rencana pembangunan pabrik kedua

PT Krakatau Steel (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau Posco berencana akan membangun pabrik kedua pada tahun 2017 dan ditargetkan beroperasi pada tahun 2020. Pabrik kedua tersebut dengan kapasitas produksi 3 juta ton baja per tahun akan membuat produk baja untuk kebutuhan industri otomotif, elektronik, serta produk baja untuk industri pengeboran minyak. Untuk pembangunan pabrik kedua. Perseroan akan mengalokasikan investasi senilai US$ 3 Miliar-US$ 3.3 Miliar. Lokasi pabrik berdekatan dengan pabrik pertama PT Krakatau Posco di Cilegon, Banten.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads