(ang/ang)
Waterfront Securities: Profit Taking Berpotensi Berlanjut
Selasa, 06 Jan 2015 08:24 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan pada perdagangan Senin 5 Januari 2015 ditutup melemah 0,43% pada level 5219. Sektor aneka industri menyumbangkan pelemahan terbesar. Investor asing melakukan net sell senilai Rp144,2 miliar. Indeks di bursa Wall Street ditutup melemah akibat turunnya harga minyak mentah di bawah level USD50 per barel mendorong pelemahan pada saham sektor energi dan yang terkait, karena kecemasan pemangkasan belanja modal akan mendorong penurunan laba. Harga minyak mentah turun pada level di bawah USD50 per barel untuk pertama kalinya sejak April 2009, akibat melimpahnya suplay minyak dunia. Penurunan harga minyak mentah ini telah menurunkan harga bensin dan meningkatkan daya beli konsumen AS terhadap penjualan ritel. Di lain pihak, berlanjutnya penurunan harga minyak mentah ini semakin meningkatkan kecemasan terhadap kinerja saham perusahaan kontraktor minyak dan peralatannya, seiring dengan dikuranginya belanja modal oleh perusahaan minyak. Earning season Q4 di AS akan dimulai pada 12 Januari. Sementara itu inflasi Jerman lebih rendah dari perkiraan, yang semakin mendorong potensi deflasi di area euro. Investor juga mengkhawatirkan potensi Yunani akan keluar dari area euro. Indeks Harga Saham Gabungan hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5206-5265. Rekomendasi: BBRI, BBCA, BMRI, INDF, KLBF, UNVR, ASRI, BSDE.
(ang/ang)
(ang/ang)











































