First Asia Capital: Investor Asing Masih Ambil Untung

First Asia Capital: Investor Asing Masih Ambil Untung

- detikFinance
Rabu, 07 Jan 2015 08:24 WIB
First Asia Capital: Investor Asing Masih Ambil Untung
Jakarta - Aksi ambil untung kembali berlanjut terutama oleh pemodal asing yang menekan IHSG hingga 50,935 poin atau hampir 1% di 5169,060 pada perdagangan kemarin. Pemodal asing mencatatkan nilai penjualan bersih hingga Rp 440 miliar di tengah nilai transaksi yang tipis hanya Rp 4,2 triliun di Pasar Reguler.

Sejumlah saham unggulan seperti Astra Internasional, Perusahaan Gas Negara dan Semen Indonesia banyak dilepas pemodal asing. Sedangkan saham emiten sektor transportasi seperti Garuda Indonesia (GIAA) menguat hingga 4% menyusul anjloknya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 50/barel.

Koreksi IHSG kemarin sejalan dengan koreksi yang terjadi di sejumlah pasar saham global dan pasar Asia Pasifik terutama dikhawatirkan dengan tren bearish harga minyak mentah dunia dan perkembangan yang kurang kondusif di zona Euro terkait dengan ketidakpastian politik di Yunani menjelang pemilihan umum akhir Januari ini. The MSCI Asia-Pacific Index kemarin terkoreksi 1,9% di 134,78.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara indeks saham utama bursa global, Wall Street dan zona Euro, tadi malam kembali melanjutkan koreksinya. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing-masing terkoreksi 0,74% dan 0,89% di 17371,64 dan 2002,61. Indeks Eurostoxx di zona Euro terkoreksi 0,5% di 3007,91. Pasar saham global kembali dikhawatirkan dengan tren bearish harga minyak mentah dunia yang tadi malam di AS kembali anjlok 4,5% di US$ 47,79/barel.

Sebaliknya pasar memilih aset yang aman seperti emas yang kembali menguat 1,24% di US$ 1218,90/t.oz. Kondisi pasar global yang kembali ditandai keluarnya pemodal dari aset beresiko dan pelemahan rupiah atas dolar AS yang kemarin menembus level Rp 12.600 memberikan sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.

Pemodal terutama asing cenderung merealisasikan keuntungan yang sudah terjadi sepanjang tahun lalu. IHSG sepanjang 2014 lalu menguat 22%. Tren melemahnya rupiah membuat pemodal asing kurang nyaman menyimpan aset berdenominasi rupiah.

Pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan masih akan bergerak di teritori negatif menyusul minimnya insentif positif di tengah tipisnya nilai transaksi. IHSG akan bergerak dengan support di 5125 dan resisten di 5190.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads