PT Ace Hardware (ACES) menargetkan kenaikan penjualan mencapai Rp 5.3 Triliun tahun ini, naik dibandingkan proyeksi pendapatan tahun lalu sebesar Rp 4.63 Triliun. Naiknya kinerja penjualan akan didukung oleh strategi perluasan jaringan dengan pembukaan 10-15 gerai tahun ini. Laba bersih diperkirakan naik sekitar 10%, sama dengan target perolehan pendapatan tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BBYB β Rencana rights issue
PT Bank Yudha Bhakti (BBYB) berencana menerbitkan saham baru melalui mekanisme rights issue pada 2H 2015 dengan target perolehan dana mencapai Rp 150 Miliar. Manajemen berencana menambah modal bank sebesar Rp 200 Miliar tahun ini dimana Rp 150 Miliar akan berasal dari rights issue dan sisanya dari laba ditahan. Rencana rights issue juga dimaksudkan untuk menambah porsi saham dari 11.9% saat ini.
Β
BULL β Rencana reverse stock dan non-preemptive rights
PT Buana Listya Tama (BULL) berencana melakukan reverse stock dengan rasio 8:1 untuk memperbaiki likuiditas. Selain reverse stock, BULL juga akan menerbitkan saham baru tanpa HMETD (non-preemptive rights), dimana kedua aksi korporasi tersebut merupakan rangkaian perjanjian restrukturisasi utang. BULL akan menerbitkan 220.6 Juta lembar saham (9.09% saham) pada harga Rp 439 saham yang akan diberikan kepada Merril Lynch Limited.
Β
BWPT β Belanja modal
PT BW Plantation (BWPT) mengalokasikan belanja modal tahun ini senilai Rp 1.3 Triliun, naik 85.7% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 700 Miliar. Sesuai rencana, sebanyak Rp 400- Rp 500 Miliar dari dana belanja modal akan digunakan untuk membangun empat pabrik kelapa sawit (PKS). Adapun sisa Rp 800- Rp 900 Miliar akan digunakan untuk modal kerja, perawatan tanaman, dan menambah lahan tertanam sebanyak 10,000 Ha. Dengan penambahan empat pabrik dan penggabungan Green Eagle, total kapasitas produksi BW plantation akan menjadi 550 ton per jam pada 2016. Adapun target produksi kelapa sawit pada 2015 ditetapkan sebesar 350,000 ton.
Β
DILD β Marketing sales
PT Intiland Development (DILD) membukukan marketing sales sebesar Rp 2.54 Triliun tahun lalu, 90.7% dari target Rp 2.8 Triliun. Kontribusi paling besar berasal dari pengembangan segmen kawasan terpadu senilai Rp 1.2 Triliun atau 47%. Segmen residensial berkontribusi Rp 909 Miliar atau 36% dari total, sedangkan kawasan industri berkontribusi Rp 257 Miliar atau 10% dan properti investasi sekitar Rp 178 Miliar atau 7%. Tahun ini DILD menargetkan marketing sales mencapai Rp 3 Triliun, naik 18%Yoy.
(ang/ang)











































