Kiwoom Securities: Indeks Bisa Positif

Kiwoom Securities: Indeks Bisa Positif

- detikFinance
Jumat, 16 Jan 2015 08:24 WIB
Kiwoom Securities: Indeks Bisa Positif
Jakarta - Masih turunnya Dow Jones dan bursa regional pagi ini dapat menjadi sentimen negatif. IHSG bergerak positif setelah menyentuh level support sehari sebelumnya dengan membentuk pola bullish harami yang mengindikasikan peluang penguatan. Oleh karena itu, kami memperkirakan IHSG berada di kisaran positif hari ini.


BEST – Target pendapatan

PT Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) menargetkan pendapatan tahun ini mencapai Rp 1 Triliun, naik 25% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 800 Miliar. Sumber pendapatan diproyeksikan berasal dari penjualan lahan industri seluas 40 Ha dengan harga jual rata- rata US$ 200 per M². Tahun lalu perseroan menjual lahan seluas 35-40 Ha dengan kisaran harga US$ 170-190 per M².

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 

BMRI – Kinerja 11M 2014

PT Bank Mandiri (BMRI) membukukan kenaikan laba bersih 11M 2014 sebesar 10.34%Yoy menjadi Rp 16.86 Triliun. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan penyaluran kredit sebesar 10.26%Yoy menjadi Rp 455.7 Triliun. Posisi dana pihak ketiga (DPK) naik 5.11%Yoy menjadi Rp 548.05 Triliun pada 11M 2014.

 

GPRA – Rencana rights issue

PT Perdana Gapuraprima (GPRA) berencana menerbitkan saham baru melalui proses rights issue pada 1H 2015 dengan target perolehan dana mencapai Rp 300 Miliar. Dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk mengakuisisi 3 perusahaan properti. GPRA berencana membeli 70% saham PT Mitra Abadi Sukses Sejahtera (MAS) senilai Rp 70 Miliar dan 60% saham PT Gapura Inti Utama (GIU) senilai Rp 140 Miliar. Satu perusahaan yang akan diakuisisi, diperkirakan nilainya mencapai Rp 90 Miliar, belum dapat diumumkan karena masih menunggu keputusan pemegang saham. MAS merupakan perusahaan patungan dari Gapura Prima Grup dan PT Best Prima Indonesia, yang tengah membangun proyek Belmont Residence di Kebon Jeruk (Jakarta Barat). GIU merupakan anak perusahaan Gapura Prima Grup yang tengah mengembangkan proyek Bekasi Timur City diatas lahan seluas 4 Ha.

 

NRCA & SSIA – Target kontrak baru

PT Surya Semesta Internusa (SSIA) melalui anak usahanya, PT Nusa Raya Cipta (NRCA), menargetkan kontrak baru tahun ini senilai Rp 4.1 Triliun, naik 36.6% dibandingkan tahun lalu senilai Rp 3.7 Triliun. Target tersebut akan difokuskan pada proyek-proyek high rise building dan proyek jalan tol. SSIA juga menargetkan dalam lima tahun mendatang dapat membangun sebanyak 40 hotel bintang tiga.

 

PTBA – Statistik operasional 2014

PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) diperkirakan membukukan volume penjualan batubara sebanyak 18 juta ton tahun lalu Vs 17.8 juta ton pada 2013 lalu. PTBA menargetkan volume penjualan 2014 sebesar 24.7 juta ton pada 2014. Tidak tercapainya realisasi penjualan diakibatkan oleh mundurnya penyelesaian jalur rel ganda (double track) dari akhir tahin lalu menjadi 1H 2015. PTBA tengah membangun jalur rel ganda angkutan kereta api dari Tanjung Enim ke Prabumulih.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads