Jakarta -
IHSG kemarin bergerak bervariasi naik turun 39 poin namun berhasil ditutup flat di teritori positif di 5152,093. Aksi beli selektif terutama melanda saham otomotif, konsumsi, properti dan perbankan. Sedangkan tekanan jual melanda saham utilitas, semen, dan CPO. Tekanan jual terutama dipicu aksi jual pemodal asing terhadap sejumlah saham unggulan seperti Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan Semen Indonesia (SMGR). Kemarin penjualan bersih asing mencapai Rp705,13 miliar. Secara keseluruhan sentimen pasar yang berasal dari eksternal digerakkan oleh antisipasi atas pertemuan Bank Sentral Uni Eropa (ECB) 22 Januari pekan ini yang akan memutuskan pelaksanaan program stimulus. Pasar juga tengah mencermati angka pertumbuhan ekonomi China 4Q14 yang diperkirakan melambat di 7,2% dari kuartal sebelumnya 7,3%. Sedangkan sentimen domestik, minat beli terutama melanda saham-saham sektoral yang sensitif interest rate menyusul turunnya ekspektasi inflasi setelah pemerintah akhir pekan lalu kembali menurunkan harga BBM bersubsidi. Sementara tadi malam Wall Street tutup memperingati Hari Martin Luther King. Sedangkan indeks utama pasar Eropa ditutup menguat terbatas, Indeks Eurostoxx naik 0,58% di 3220,90. Penguatan terbatas ini mengantisipasi pertemuan ECB pekan ini dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi China yang melambat. Harga minyak mentah di AS tadi malam ikut melemah 2,4% di USD47,52/barel menyusul kekhawatiran ekonomi China dan melonjaknya produksi minyak Irak mencapai 4 juta barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi, berpeluang menguat terbatas. Data China dan ekspektasi pelaksanaan stimulus ECB akan menjadi katalis pergerakan IHSG. Dari domestik pasar mencermati pembahasan APBN-P 2015 yang sudah diajukan pemerintah ke DPR. IHSG akan bergerak dengan support di 5125 dan resisten di 5170.
(ang/ang)