Kiwoom Securities: Pasar Menanti Stimulus Bank Sentral Eropa

Kiwoom Securities: Pasar Menanti Stimulus Bank Sentral Eropa

- detikFinance
Kamis, 22 Jan 2015 08:31 WIB
Kiwoom Securities: Pasar Menanti Stimulus Bank Sentral Eropa
Jakarta - Relatif menguatnya bursa dunia menjelang rapat ECB tentang stimulus dapat memberi sentimen positif. IHSG bergerak cukup positif dengan penutupan di atas level psikologis 5,200 kemarin. Namun, masih rendahnya minat beli asing dan resiko profit taking dapat memperlambat kenaikan ini. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran positif pada hari ini.


BRAU – S&P turunkan peringkat

S&P menurunkan peringkat utang PT Berau Coal Energy (BRAU) dari CCC+ menjadi CCC- karena belum selesainya proses restrukturisasi obligasi senilai US$ 450 Juta yang akan jatuh tempo pada pertengahan tahun ini. Pada 20 Januari lalu BRAU mengajukan proposal baru berupa pembayaran uang muka sebesar 5% dari total nilai obligasi dan sisanya akan dibayarkan pada Februari 2017, namun perusahaan tidak akan membayarkan kupon selama masa perpanjangan waktu 18 bulan terhitung sejak Juli 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

 

KIJA – Belanja modal

PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) menganggarkan belanja modal Rp 735 Miliar tahun ini turun 2% dibandingkan tahun lalu sekitar Rp 750 Miliar. Sumber dana belanja modal berasal dari kas internal. Sekitar Rp 360 Miliar untuk akuisisi lahan di Cikarang dan akuisisi lahan di Kendal, Jawa Tengah seluas 2,700 Ha untuk dikembangkan kawasan industri senilai Rp 240 Miliar. Untuk mengembangkan kawasan industri di Kendal, KIJA bekerjasama dengan perusahaan Singapura Semcorp Development Indonesia, Ltd. KIJA juga menganggarkan Rp 135 Miliar untuk investasi dan pemeliharaan infrastruktur di Cikarang.

 

KLBF – Belanja modal

PT Kalbe Farma (KLBF) menganggarkan belanja modal Rp 1-1.5 Triliun tahun ini dimana 80% diantaranya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi produk farmasi dan nutrisi hingga 30%-50%. Sekitar 15% porsi belanja modal akan digunakan untuk menambah sekitar 10-15 jenis produk baru. KLBF menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10% hingga 15% pada tahun ini. Selain itu KLBF menganggarkan belanja bahan baku obat resep, obat generik tanpa merek dan produk kesehatan senilai Rp 6-7 Triliun, lebih besar dari alokasi tahun lalu senilai Rp 5-6 Triliun.

 

MDLN – Marketing sales 2014

PT Modernland Realty (MDLN) membukukan marketing sales senilai Rp 3.76 Triliun tahun lalu, sedikit dibawah target Rp 3.8 Triliun, dimana 60% diantaranya berasal dari proyek residensial Jakarta Garden City(JGC) dan sisanya dari penjualan lahan industri di Cikande (Serang). Manajemen menargetkan marketing sales tahun ini mencapai Rp 5.4 Triliun yang akan didukung oleh peluncura 5-6 kluster baru, dimana 2 diantaranya akan diluncurkan pada 1Q 2015. MDLN juga menargetkan penjualan lahan industri sekitar 145 Ha tahun ini, lebih rendah dari realisasi penjualan 161 Ha tahun lalu.

 

PSAB – Target pendapatan

PT J Resources Asia Pasifik (PSAB) menargetkan kenaikan pendapatan tahun ini sebesar 18.4%Yoy menjadi US$ 296 Juta, naik dibandingkan estimasi tahun lalu senilai US$ 250 Juta. Kenaikan pendapatan akan berasal dari kontribusi 4 lokasi pertambangan: Bakan, Lanut, Penjom, dan Seruyung. PSAB menargetkan produksi emas tahun ini mencapai 225 ribu oz, dibandingkan target tahun lalu sebanyak 220 ribu oz.

 

SSIA – Pinjaman sindikasi

PT Surya Semesta Internusa (SSIA) berencana mencari pinjaman senilai Rp 1.2 Triliun untuk membiayai belanja modal tahun ini yang dialokasikan senilai Rp 1.7 Triliun. Belanja modal akan dialokasikan untuk pembebasan lahan di Subang, pembangunan sarana dan prasarana di Kawasan Industri Suryacipta di Karawang, mendukung pembiayaan konstruksi pembangunan SSI Tower, pembangunan konstruksi business hotel, dan renovasi Melia Hotel. Sisa kebutuhan belanja modal berasal dari ekuitas perseroan.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads