Kiwoom Securities: Ada Risiko Profit Taking

Kiwoom Securities: Ada Risiko Profit Taking

- detikFinance
Senin, 16 Feb 2015 08:24 WIB
Kiwoom Securities: Ada Risiko Profit Taking
Jakarta - Pasar regional yang mixed pada pagi ini dapat mempengaruhi arah perdagangan. IHSG kembali bergerak positif di level tertinggi baru serta dukungan cukup tingginya sentimen beli asing minggu lalu. Akan tetapi, adanya open gap serta resiko profit taking berpotensi memperlambat penguatan ini. Maka, kami memperkirakan IHSG akan berada di kisaran positif hari ini.

 

ADHI – Perolehan kontrak baru

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Adhi Karya (ADHI) membukukan kontrak baru senilai Rp 192 Miliar sepanjang Januari 2015. Kontrak tersebut berasl dari proyek pengerjaan pembangunan jalan, jembatan, gedung, serta infrastruktur lainnnya. Proyek jalan dan jembatan berkontribusi hingga 49% terhadap kontrak baru bulan lalu. Sisanya, sekitar 51% berasal dari proyek gedung dan infrastruktur lain. Tahun ini, ADHI menargetkan kontrak baru sebesar Rp 15.2 Triliun.

 

BBCA – Kinerja FY 2014

PT Bank Central Asia (BBCA) membukukan kenaikan laba bersih 2014 (tidak diaudit) sebesar 12.4%Yoy menjadi Rp 16.02 Triliun Vs Rp 14.25 Triliun pada 2013. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 11.4%Yoy menjadi Rp 29.46 Triliun tahun lalu, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 24.4%Yoy pada 2013 lalu. Penyaluran kredit BBCA naik 11.1%Yoy menjadi Rp 346.96 Triliun tahun lalu, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan 21.6%Yoy pada 2013 lalu.

 

LTLS – Alokasi belanja modal

PT Lautan Luas (LTLS) mengalokasikan dana belanja modal sebesar Rp 250 Miliar tahun ini untuk mendukung pengembangan beberapa proyek. Pabrik poly aluminium chloride (PAC) yang tengah dibangun di Tangerang diharapkan mulai beroperasi pada 2H 2015. LTLS juga berencana membangun gudang di Semper (Tanjung Priok) serta pabrik krimer di Mojokerto (Jawa Timur). Saat ini kapasitas produksi pabrik krimmer LTLS mencapai 21,600 ton per tahun dan diharapkan naik menjadi 60,000 ton per tahun dengan beroperasinya pabrik baru tahun depan.

 

TLKM – Pembatalan rencana akuisisi

PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) membatalakan rencana akusisi 25%-30% saham Two Degrees Mobile Ltd (2degrees), operator telekomunikasi yang berbasis di Selandia Baru. Sebagai gantinya TLKM menjajaki peluang akusisi operator lain di Asia dan Timur Tengah. Selain akuisisi, perseroan juga membuka peluang kerjasam dengan operator-operator lain di Asia dan Timur Tengah, seperti, skema mobile virtual network (MVNO).

 

PTPP – Target kontrak baru

PT PP (PTPP) menargetkan kontrak baru Rp 27.5 Triliun pada tahun ini. Nilai tersebut lebih tinggi 36.14% dari pencapaian kontrak baru 2014 senilai Rp 20.2 Triliun. PTPP menargetkan proyek pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkontribusi sekitar 65% dari total target kontrak baru dan sisanya 35% berasal dari proyek swasta. Dengan kontrak carry over Senilai Rp 27.7 Triliun. Saat ini, PTPP telah mendapatkan kontrak proyek bendungan di Sulawesi.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads