PT Bank Permata (BNLI) membukukan penurunan laba bersih 2014 sebesar 8%Yoy menjadi Rp 1.72 Triliun Vs Rp 1.58 Triliun pada 2013 lalu. Kendati membukukan pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 6.3%Yoy menjadi Rp 5.71 Triliun tahun lalu. Posisi CAR pada akhir 2014 tercatat sebesar 13.58% (14.28% pada 2013) dengan posisi NPL Gross 1.70% (1.02% pada 2013), ROE 12.17% (15.68% pada 2013), dan LDR 89.13% (89.24% pada 2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BTPN – SGCM membeli 17.5% saham
Sumitomo Corporation melalui anak usaha terafiliasi, Summit Global Capital Management BV (SGCM) mengumumkan membeli 1.02 Miliar lembar saham (17.5% saham) PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) pada harga Rp 5,800 per saham atau total senilai Rp 5.92 Triliun. Dengan transaksi ini, SGCM menguasai 20% saham BTPN dan sebelumnya, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) telah menguasai 40% saham BTPN. Pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengakui belum menerima laporan resmi pembelian saham BTPN oleh SGCM. BTPN mengungkapkan tidak ada keterkaitan antara Sumitomo Corp dengan SMBC sehingga penjualan tidak melanggar peraturan yang berlaku investor asing yang hanya boleh memiliki maksimal 40% saham bank lokal.
KIJA – Rencana tingkatkan porsi recurring income
PT Kawasan Industri Jababeka (KIJA) menargetkan porsi recurring income naik hingga pencapai 20% dari pendapatan dalam 5 tahun kedepan dari kontribusi saat ini sekitar 10% dari pendapatan. Recurring income diharapkan berasal dari anak perusahaan, PT Jababeka Hospitality Management (JHM) dengan lini bisnis property, infrastructure, dan leisure. JHM mengelola lapangan golf, lounge & country club serta taman rekreasi di Kota Jababeka, selain mengelola hotel Metro Sweet (30 kamar) dan Metro Style di Cikarang (90 kamar). JHM memiliki dua hotel lainnya di kawasan Tanjung Lesung : Metro Resort dan Vila Kalicaa.
LTLS – Belanaja modal
PT Lautan Luas (LTLS) mengalokasikan belanja modal tahun ini senilai Rp 250 Miliar. Dana belanja modal akan digunakan untuk membiayai 3 proyek utama perseroan utama senilai Rp 750 Miliar. ketiga proyek itu adalah perluasaan pabrik krimmer di Mojosari senilai US$ 40 Juta, pembangunan gudang logistik di Semper, Tanjung Priok Senilai RP 150 Miliar, dan pembangunan pabrik bahan kimia di Tangerang US$ 10 Juta. Tahun ini LTLS menargetkan pendapatan senilai Rp 7 Triliun, naik dibandingkan target tahun lalu sebesar Rp 6 Triliun.
PBRX – Rencana akuisisi dua perusahaan garmen
PT Pan Brothers (PBRX) berencana mengakuisisi dua perusahaan garmen lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi. Negosiasi masih berlangsung dengan PT Matrix Indo Global dan PT Maxmoda Indo Global sehingga belum ditetapkan nilai transaksi aksi korporasi tersebut. Dana untuk akuisisi kedua perusahaan tidak akan diambil dari anggaran belanja modal pada tahun ini senilai US$ 30 Juta tetapi dana akuisisi berasal dari rights issue. Akuisisi akan menambah kapasitas produksi sebesar 15%-20%. Matrix dan Maxmoda mempunyai kapasitas produksi sekitar 8 juta potong per tahun.
TLKM – Perkuat divisi korporasi
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) mengaloksikan dana senilai Rp 700- Rp 800 Miliar untuk penyedian solusi teknologi dan komunikasi (TIK) di pasar korporasi dan usaha kecil menengah (UKM). Sumber pendanaan akan berasal dari belanja modal tahun ini senilai Rp 23 Triliun. TLKM menargetkan pertumbuhan pendapatan dari pelanggan korporasi, diatas pertumbuhan rata-rata industri yang sebesar 7%-8%, dan segmen UKM tumbuh diatas 10%-11%.
(ang/ang)











































