PT Mitra Adhi Perkasa (MAPI) akan mengurangi saham PT Sari Burger Indonesia secara bertahap hingga kepemilikannya menjadi 49%. Tahun lalu, MAPI telah melepas sebagian saham Sari Burger kepada QSR Indoburger Pte Ltd. Namun, belum diketahui jumlah jumlah saham yang dilepas perseroan kepada QSR Indoburger. Sebelumnya, MAPI merampungkan penjualan 51% saham Dominoβs Pizza Indonesia kepada Everstone Capital Asia Pte Ltd pada September 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MDLN β Penambahan Klaster di JGC
PT Modernland Realty (MDLN) melalui anak usahanya PT Mitra Sindo Sukses, mengalokasikan investasi sebesar Rp 850 Miliar untuk membangun klaster La Saine di township Jakarta Garden City (JGC). Pembangunan klaster ini dibangun menyusul kesuksesan penjualan klaster Missisippi dan Thames. Klaster La Saine akan dibangun diatas lahan seluas 9.2 Ha, dengan total unit rumah yang dibangun sekitar 428 Unit. Perseroan akan meluncurkan secara resmi pada 14 Maret 2015.
Β
KRAS β Bisnis tambang bijih besi
PT Krakatau Steel (KRAS) melalui anak usahanya, PT Krakatau National Resources menandatangani nota kesepakatan dengan PT Mineral Sukses Makmur yang merupakan anak usaha dari Aus Asia Mineral Limited asal Australia, pemegang izin usaha pertambangan bijih besi. Kedua perusahaan tersebut akan membentuk usaha patungan untuk mengelola tambang bijih besi yang sudah berproduksi dan bekerjasama dalam jual beli bijih besi. Krakatau National akan membeli sekitar 7,500 ton bijih besi per bulan dari Mineral Sukses kemudian dijual ke pabrik pengolahan bijih besi atau smelter milik PT Krakatau Posco.
Β
SSIA β Akuisisi lahan di Subang
PT Surya Semesta Internusa (SSIA) berencana menambah jumlah lahan cadangan kawasan industri pada tahun ini dengan menganggarkan dana Rp 400 Miliar. SSIA menargetkan akan mengakuisisi lahan 500 Ha di Subang, Jawa Barat yang akan disiapkan sebagai kawasan industri. Dana akuisisi berasal dari kas internal. Sejak tahun lalu, SSIA sudah mendapatkan izin lokasi lahan industri baru di kawasan Subang dengan luas lahan sekitar 2,000 Ha. Namun hingga saat ini, SSIA baru dapat membebaskan lahan sekitar 100 Ha. Tahun ini, SSIA juga menargetkan penjualan lahan industri sebesar 60 Ha atau naik 163% dari pencapaian tahun lalu sebesar 22.8 Ha. Penjualan lahan masih fokus di kawasan industri Surya Cipta Swadaya Karawang fase II.
(ang/ang)











































