Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu 11 Maret 2015 ditutup melemah 0,79% pada level 5.419. Sektor properti konsumer mengalami pelemahan terbesar. Investor asing net sell Rp 1,007 triliun.
Koreksi IHSG antara lain disebabkan oleh, kecemasan akan kenaikan suku bunga The Fed serta berlanjutnya pelemahan rupiah.
Indeks di bursa Wall Street kembali ditutup melemah akibat penguatan dollar AS. Koreksi pada saham teknologi dan konsumer mendorong pelemahan indeks, meskipun terjadi rebound pada saham perbankan. Dolar AS membuat laba emiten tahun 2015 diperkirakan akan berkurang, sehingga mendorong tekanan jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Euro melemah pada level terendah selama 12 tahun terakhir terhadap dolar AS, sehingga mendorong kenaikan saham di Eropa karena merupakan keuntungan bagi saham eksportir di Eropa. Kebijakan moneter ECB (bank sentral Eropa) lebih longgar, di saat Fed akan menaikkan bunga.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari diperkirakan bergerak cenderung mixed. IHSG diperkirakan berada di kisaran level 5.380-5.450.
(dnl/dnl)











































