PT Bumi Serpong Damai (BSDE) berencana menerbitkan saham baru dengan menggelar non-preemptive rights atau non-HMETD sebanyak 874.84 Juta lembar saham (5% saham) dengan Harga pelaksanaan Rp 1,890. Sehingga BSDE akan meraih dana dari private placement ini senilai Rp 1.65 Triliun. Perseroan akan melaksanakan non-preemptive rights pada tanggal 25 Maret 2015 dan akan dicatatkan di BEI pada tanggal 14 April 2015.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) membukukan kenaikan laba bersih 2014 sebesar 5.2%Yoy menjadi Rp 5.27 Triliun Vs Rp 5.01 Triliun. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 7%Yoy menjadi Rp 19.99 Triliun pada tahun lalu. Laba operasi tercatat turun 1.5%Yoy menjadi 5.97 Triliun.
PT Dharma Satya Nusantara (DSNG) berencana meningkatkan kapasitas pabrik dengan membangun pabrik ketujuh di Kalimantan Timur senilai US$ 18 Juta. Pendanaan pembangunan pabrik dengan menggunakan pinjaman perbankan senilai US$ 12.6 Juta dan sisanya US$ 5.4 Juta dari dana internal. Dana internal diambil dari laba ditahan serta penambahan modal. DSNG akan menggelar non preemptive rights atau non-HMETD dan mengincar dana Rp 681.24 Miliar. Rencananya, pabrik tersebut berkapasitas 60 ton per jam dan pembangunan pabrik akan dimulai 2H 2015 dan selesai pada tahun 2017.
PT PP Properti (PTPP) berencana membangun pabrik pracetak baru melalui anak usahanya PT PP Pracetak senilai Rp 100 Miliar tahun ini. Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 14 ribu (Ha) dan memiliki kapasitas produksi 200 ribu ton per tahun. Saat ini, PP Pracetak mengoperasikan pabrik pracetak di Cilegon dengan kapasitas produksi 180 ribu ton per tahun dan Sadang memiliki kapasitas 160 ribu ton per tahun.
(ang/ang)











































