Aksi ambil untung terutama melanda saham Astra International Tbk (ASII), menyusul pencapaian laba 2014 yang di bawah ekspektasi. Selain saham ASII, koreksi IHSG juga dipicu tekanan jual di sejumlah saham perbankan dan tambang. Sedangkan aksi beli selektif melanda saham jasa konstruksi dan perkebunan. Nilai transaksi di Pasar Reguler kemain meningkat mencapai Rp 5,2 triliun, dengan pembelian bersih asing mencapai Rp 258 miliar.
Sementara Wall Street bergerak bervariasi tutup di teritori positif. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,15% dan 0,27% tututp di 17.902,51 dan 2.081,90. Pelaku pasar merespon catatan hasil pertemuan The Fed bulan lalu yang mengindikasikan keinginan kenaikan tingkat bunga ditunda dari konsensus sebelumnya mulai pertengahan tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan kembali bergerak bervariasi, terutama digerakkan dengan sejumlah isu individual dan penurunan kembali harga minyak mentah. Penurunan kembali harga minyak mentah akan cenderung berdampak positif bagi perekonomian nasional.
Sebaliknya penurunan harga minyak mentah kurang menguntungkan pergerakan saham berbasiskan energi. Nilai tukar rupiah atas dolar AS diperkirakan berpeluang kembali menguat. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5.460 dan resisten di 5.520 berpeluang menguat terbatas.
(dnl/dnl)











































