Nilai transaksi di Pasar Reguler meningkat mencapai Rp 4,6 triliun, dan asing mencatatkan nilai pembelian bersih Rp 153,34 miliar. Hampir seluruh saham sektoral mengalami penguatan kecuali saham tambang logam. Penguatan IHSG dipicu sentimen positif kawasan merespons kebijakan stimulus lanjutan otoritas China, setelah PBoC awal pekan ini kembali memangkas rasio pencadangan perbankan sebesar 100 bps atau 1% menjadi 18,5%.
Kebijakan stimulus yang diambil otoritas China untuk menahan laju perlambatan ekonomi negara tersebut, telah mendorong rally pasar saham China sejak awal tahun ini, tercermin dari lonjakan indeks composite Shanghai hingga 33% (YTD). Selain sentimen positif kawasan, penguatan IHSG kemarin juga ditopang sejumlah isu individual, terutama pembagian dividen sejumlah emiten. Namun penguatan IHSG kemarin tidak ditopang pergerakan rupiah. Sebaliknya rupiah kembali melemah 0,5% atas dolar AS di Rp 12.955, menyusul penguatan dolar AS atas mata uang kawasan Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini, pergerakan IHSG akan dibayangi dengan pergerakan rupiah yang berpotensi kembali melemah. Selain faktor rupiah, pasar juga akan digerakkan dengan sentimen individual seperti rilis laba kuartal I-2015 dan pembagian dividen.
Peluang penguatan lanjutan IHSG akan dibayangi aksi ambil untung pemodal. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.435 dan resisten di 5.485 berpeluang menguat terbatas.
(dnl/dnl)











































