First Asia Capital: Kemarin Panic Selling, Hari Ini IHSG Fluktuatif

First Asia Capital: Kemarin Panic Selling, Hari Ini IHSG Fluktuatif

- detikFinance
Kamis, 30 Apr 2015 08:55 WIB
Jakarta - Aksi panic selling kembali marak pada perdagangan saham kemarin. Pemodal asing kembali mengurangi portofolio sahamnya mengindikasikan risiko pasar meningkat. IHSG gagal bertahan di atas level 5.200, sempat anjlok 227 poin sebelum akhirnya sedikit membaik di akhir sesi tutup di 5.105,563 atau terkoreksi 136,594 poin (2,6%).

Ini merupakan posisi terendah IHSG sejak perdagangan 18 Desember 2014 lalu. Pemodal asing mencatatkan nilai penjualan bersih Rp 1,7 triliun. Selama pekan ini saja penjualan bersih asing telah mencapai Rp 5,7 triliun. Bila dilihat sejak awal tahun, pembelian bersih asing hingga kemarin sudah menyusut hingga tinggal Rp 12,6 triliun. Pelaku pasar belum melihat insentif positif untuk melakukan pembelian.

Sebaliknya terlihat peningkatan risiko, terutama terkait kinerja emiten kuartal I-2015 yang banyak mengecewakan dan perlambatan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 yang diperkirakan bisa di bawah 5%. Di sisi lain pasar saham kawasan Asia kemarin juga kurang kondusif, menanti hasil pertemuan The Fed.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Wall Street dan pasar saham zona Euro tadi malam kembali tutup di teritori negatif, setelah data ekonomi AS kuartal pertama tahun ini hanya tumbuh 0,2% melambat dari kuartal sebelumnya 2,2%. Pertumbuhan ekonomi AS tersebut juga lebih rendah dari perkiraan ekonom sebelumnya 1%.

Akibat data ekonomi yang mengecewakan tersebut, dolar AS kembali anjlok terhadap sejumlah mata uang dunia seperti dengan euro hingga di level US$ 1,11/euro. Menguatnya euro telah menekan pasar saham di zona Euro. Indeks Eurostoxx kemarin koreksi 2,65%. Sedangkan di Wall Street indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 0,41% dan 0,37% tutup di 18.035,53 dan 2.106,85.

Terkait hasil The Fed Meeting, pasar menyambut positif sinyal yang diberikan The Fed yang belum menentukan waktu kenaikan tingkat bunga, karena sangat tergantung dengan data ekonomi yang ada. The Fed kemungkinan tidak akan menaikkan tingkat bunganya tahun ini. Hasil pertemuan The Fed dan perlambatan ekonomi kuartal I-2015 di AS membuat dolar melemah dan harga minyak mentah kembali menguat hingga di US$ 58,68/barel.

Pada perdagangan terakhir di bulan April ini, pergerakan IHSG masih akan berfluktuatif, namun diharapkan tekanan jual mulai redah. Sejumlah katalis seperti hasil pertemuan The Fed tadi malam yang cukup positif bagi pasar, kenaikan harga minyak mentah dan peluang penguatan rupiah bisa memicu aksi beli selektif di tengah harga saham sektoral yang sudah relatif murah saat ini. IHSG diperkirakan bergerak volatile dengan support di 5.050 dan resisten di 5.140.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads