First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi <i>Profit Taking</i>

First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi <i>Profit Taking</i>

- detikFinance
Jumat, 22 Mei 2015 08:45 WIB
First Asia Capital: IHSG Rawan Aksi Profit Taking
Jakarta - Setelah sempat terkoreksi di sesi pertama sebesar 12,267 poin (0,23%) di 5280,582, IHSG akhirnya berhasil ditutup di atas level 5300 yakni di 5313,208 atau menguat 20,459 poin (0,39%). Pergerakan positif IHSG di sesi dua terutama merespon langkah lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poorโ€™s (S&P) yang meningkatkan prospek (outloook) peringkat utang Indonesia dari โ€˜stableโ€™ menjadi โ€˜positiveโ€™. Peringkat utang Indonesia saat ini tetap di โ€˜BB+โ€™. Dengan kenaikan outlook rating utang Indonesia tersebut, maka Indonesia berpeluang mendapatkan peringkat investment grade 12 bulan mendatang. Langkah S&P ini memberikan momentum penguatan bagi saham yang sensitif interest rate seperti perbankan pada perdagangan kemarin. Seiring dengan kondusifnya pasar, nilai transaksi di Pasar Reguler pada perdagangan kemarin meningkat mencapai Rp4,8 triliun di atas rata-rata harian Mei sebesar Rp4,5 triliun. Sementara Wall Street tadi malam melanjutkan tren bullish.

Indeks DJIA tutup flat di 18285,74. Sedangkan indeks S&P menguat ke level tertinggi baru di 18285,74 atau menguat 0,23%. Penguatan terbatas Wall Street terutama merespon bervariasinya data ekonomi AS yang keluar tadi malam. Aktivitas manufaktur di AS yang disurvei Mei ini menunjukkan pertumbuhan melambat, dengan indeks Flash Manufacturing PMI di 53,8 di bawah ekspektasi 54,5. Penjualan rumah di pasar sekunder di AS April lalu turun 3,3%, di bawah perkiraan yang naik 1%, mencapai 5,04 juta unit. Sedangkan indeks The Conference Boardโ€™s leading indicator, naik 0,7% di April lebih tinggi dari Maret yang naik 0,3%, mengindikasikan perekonomian AS kuartal kedua akan lebih baik dari kuartal sebelumnya. Pasar juga meyakini pertemuan The Fed bulan depan belum akan memberikan indikasi kenaikan tingkat bunga dalam waktu dekat. Sedangkan harga minyak mentah tadi malam di AS naik 3% di USD60,67/barel menyusul meningkatnya konflik di Irak dan penurunan cadangan minyak mentah di AS serta melemahnya dolar AS.

Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dalam rentang terbatas. Peluang penguatan indeks akan dibayangi dengan aksi ambil untung terbatas. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5280 dan resisten di 5340 cenderung menguat.

(Angga Aliya/Angga Aliya)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads