Penguatan IHSG selama sepekan kemarin lebih banyak ditopang oleh pemodal lokal, sebagaimana tercermin dari pemodal asing masih mencatatkan nilai penjualan bersih hingga Rp1,2 triliun melanjutkan penjualan bersih pekan sebelumnya Rp1 triliun. Sentimen domestik lebih banyak menopang pergerakan IHSG, seperti langkah Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan kebijakan likuiditasnya di sektor kredit konsumsi dengan menaikkan batas LTV untuk KPR maupun KKB.
Sedangkan dari eksternal, sentimen pasar kawasan dan global masih kondusif terutama di Asia, motor penguatan pasar saham digerakkan oleh bursa China, merespon kebijakan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut untuk menahan perlambatan ekonomi yang dialaminya. Sementara Wall Street akhir pekan lalu koreksi tipis. Indeks DJIA dan S&P di akhir pekan masing-masing koreksi 0,29% dan 0,22%. Koreksi di Wall Street terutama sebagai aksi ambil untung setelah pernyataan Yellen mengindikasikan tingkat bunga The Fed akan naik di tahun ini meskipun diperkirakan akan terjadi di penghujung tahun.
Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG dperkirakan akan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi. Aksi ambil untung akan cenderung membayangi perdagangan di tengah minimnya insentif positif baik secara individual maupun sektoral. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5280 dan resisten di 5340 cenderung koreksi.
(Angga Aliya/Angga Aliya)











































