First Asia Capital: IHSG Dalam Rentang Konsolidasi

First Asia Capital: IHSG Dalam Rentang Konsolidasi

- detikFinance
Senin, 25 Mei 2015 08:56 WIB
First Asia Capital: IHSG Dalam Rentang Konsolidasi
Jakarta - IHSG akhir pekan kemarin bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi, ditutup flat di 5315,153 menguat tipis 1,9 poin (0,04%). Nilai transaksi tipis hanya Rp3,7 triliun dengan pemodal asing mencatatkan nilai penjualan bersih Rp516,43 miliar. Pasca dinaikkannya outlook rating utang Indonesia oleh S&P menjadi positif, pemodal cenderung merealisasikan keuntungan terutama di saham perbankan. Selama sepekan IHSG berhasil melanjutkan tren bullish naik 1,7% melanjutkan penguatan pekan sebelumnya 0,87%.

Penguatan IHSG selama sepekan kemarin lebih banyak ditopang oleh pemodal lokal, sebagaimana tercermin dari pemodal asing masih mencatatkan nilai penjualan bersih hingga Rp1,2 triliun melanjutkan penjualan bersih pekan sebelumnya Rp1 triliun. Sentimen domestik lebih banyak menopang pergerakan IHSG, seperti langkah Bank Indonesia (BI) yang melonggarkan kebijakan likuiditasnya di sektor kredit konsumsi dengan menaikkan batas LTV untuk KPR maupun KKB.

Sedangkan dari eksternal, sentimen pasar kawasan dan global masih kondusif terutama di Asia, motor penguatan pasar saham digerakkan oleh bursa China, merespon kebijakan pelonggaran kebijakan moneter di negara tersebut untuk menahan perlambatan ekonomi yang dialaminya. Sementara Wall Street akhir pekan lalu koreksi tipis. Indeks DJIA dan S&P di akhir pekan masing-masing koreksi 0,29% dan 0,22%. Koreksi di Wall Street terutama sebagai aksi ambil untung setelah pernyataan Yellen mengindikasikan tingkat bunga The Fed akan naik di tahun ini meskipun diperkirakan akan terjadi di penghujung tahun.

Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG dperkirakan akan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi. Aksi ambil untung akan cenderung membayangi perdagangan di tengah minimnya insentif positif baik secara individual maupun sektoral. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5280 dan resisten di 5340 cenderung koreksi.

(Angga Aliya/Angga Aliya)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads