First Asia Capital: IHSG Berpeluang <i>Rebound</i>

First Asia Capital: IHSG Berpeluang <i>Rebound</i>

First Asia Capital - detikFinance
Kamis, 04 Jun 2015 08:46 WIB
First Asia Capital: IHSG Berpeluang Rebound
Jakarta - Perdagangan saham kemarin didominasi aksi jual pemodal. Hampir seluruh saham sektoral terkena tekanan jual, terutama yang sensitif interest-rate seperti perbankan dan properti, kecuali saham sektor perkebunan yang berhasil menguat merespon kenaikan harga komoditasnya. IHSG akhirnya tutup terkoreksi 83,317 poin (1,6%) di 5130,499. Ini merupakan koreksi hari kelima berturut-turut dan penutupan terendah sejak perdagangan 4 Mei lalu. Pemodal asing kembali mencatatkan nilai penjualan bersih hingga Rp521,6 miliar di tengah nilai transaksi di Pasar Reguler yang meningkat mencapai Rp5,3 triliun. Dari sentimen domestik, pelaku pasar mengkhawatirkan meningkat tekanan inflasi memasuki bulan Puasa dalam beberapa pekan ke depan dan perayaan Idul Fitri Juli depan, dan tren pelemahan rupiah atas dolar AS.

Sedangkan dari eksternal, sentimen negatif dipicu koreksi pasar saham emerging market yang mengkhawatirkan ancaman default utang Yunani. Sementara Wall Street dan bursa saham zona Euro tadi malam berhasil bergerak di teritori positif. Indeks Eurostoxx di zona Euro naik 0,62%. Di Wall Street, indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,36% dan 0,21% tutup di 18076,27 dan 2114,07. Penguatan di zona Euro dipicu langkah ECB yang kembali menahan tingkat bunganya di 0,05% dan optimisme atas hasil penyelesaian krisis utang Yunani.

Di Wall Street selain sentimen redahnya kekhawatiran utang Yunani, pasar juga merespon sejumlah data ekonomi AS yang keluar yang mengindikasikan pertumbuhan moderat di perekonomian negara adidaya tersebut. Angka kesempatan kerja sektor swasta atau ADP private sector payrolls Mei lalu bertambah 201 ribu lowongan atau naik dari 165 ribu bulan sebelumnya. Defisit neraca perdagangan AS April lalu mengecil menjadi USD40,9 juta dibandingkan Maret USD50,6 juta. Namun kenaikan pasar saham terjadi di tengah meroketnya yield obligasi AS yang mengindikasikan kenaikan inflasi. Yield obligasi AS tenor 10 tahun kemarin naik ke 2,38% tertinggi sejak November 2014.

Pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan bergerak fluktuatif namun berpeluang rebound apabila tekanan jual asing redah, menyusul kondusifnya pasar saham global. Peluang rebound terutama akan dipicu aksi beli balik atas sejumlah saham unggulan terutama di perbankan yang kemarin mengalami tekanan jual menyusul harganya yang berada di aea oversold. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5110 dan resisten di 5180.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads