First Asia Capital: IHSG Dibayangi Profit Taking

First Asia Capital: IHSG Dibayangi Profit Taking

First Asia Capital - detikFinance
Senin, 22 Jun 2015 08:56 WIB
Jakarta - IHSG akhir pekan lalu berhasil tutup di teritori positif menguat 39,507 poin (0,80%) di 4985,006. Penguatan ini menandai sepekan terakhir IHSG berhasil rebound 1% setelah selama tiga pekan sebelumnya mengalami koreksi.

Penguatan IHSG pekan lalu terutama dipicu sejumlah saham sektoral yang sensitif interest rate seperti perbankan, properti, barang konsumsi dan infrastruktur. Rupiah selama sepekan kemarin bergerak stagnan di kisaran Rp 13.325 terhadap dolar AS. Namun penguatan IHSG pekan lalu kurang ditopang peningkatan volume dan nilai transaksi.

Rata-rata volume transaksi di Pasar Reguler pekan kemarin hanya 3,23 miliar, turun dibandingkan rata-rata pekan sebelumnya 3,77 miliar saham. Sedangkan rata-rata nilai transaksi hanya Rp 3,37 triliun di Pasar Reguler, turun dari pekan sebelumnya Rp3,97 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilihat dari pergerakan arus dana, penguatan IHSG pekan lalu dipicu rendahnya penjualan asing di pasar saham tercermin dari pembelian bersih asing mencapai Rp 179 miliar, dibandingkan pekan sebelumnya yang mencatatkan nilai penjualan bersih hingga Rp 2,9 triliun. Rendahnya kekhawatiran kenaikan tingkat bunga The Fed setelah pertemuan The Fed pekan kemarin, menjadi faktor pendukung utama penguatan IHSG, selain sejumlah isu individual seperti rencana buyback sejumlah emiten.

Ini tercermin dari penguatan IHSG pekan lalu sejalan dengan penguatan yang terjadi di Wall Street. Indeks DJIA selama sepekan menguat 0,65% meskipun di akhir pekan koreksi 0,55% di 18015,95. Sedangkan indeks S&P sepekan naik 0,76% dengan koreksi di akhir pekan 0,53% di 2109,99. Koreksi Wall Street akhir pekan lalu terutama dipicu meningkatnya kembali kekhawatiran penyelesaian utang Yunani yang masih belum mencapai kata sepakat, antara pemerintah Yunani dengan krediturnya.

Melanjutkan perdagangan pada awal pekan terakhir Juni ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi. Peluang penguatan lebih lanjut dibayangi dengan aksi ambil untung jangka pendek menyusul minimnya insentif positif di pasar. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.950 dan resisten di 5.010.

IHSG: S1 4950 S2 4910 R1 5010 R2 5030,

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads