Akibat terus berlanjutnya aksi jual yang massif di bursa saham China, banyak perusahaan broker saham di sana yang menghentikan aktivitas berdagangnya. Indeks Shanghai Composite kemarin sempat anjlok 8,2% sebelum tutup koreksi 5,9%, dan berimbas ke pasar saham Asia lainnya, seperti indeks Hang Seng anjlok 5,8%.
Indeks The MSCI Asia Pasific kemarin anjlok 3,2%. Faktor China ini telah mendominasi sentimen perdagangan saham kemarin, menambah faktor risiko pasar setelah persoalan utang Yunani juga masih belum mendapatkan penyelesaiannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Wall Street tadi malam bergerak di teritori negatif di tengah perdagangan yang sempat terhenti selama hampir empat jam. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 1,5% dan 1,7% tutup di 17.515,42 dan 2.046,68 menyusul kejatuhan pasar saham China, yang memicu meningkatnya kekhawatiran krisis keuangan di negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.
Dari zona Euro indeks saham di kawasan tersebut berhasil rebound, indeks Eurostoxx naik 1% di 3327,50. Rebound pasar saham di kawasan tersebut dipicu pernyataan pemerintahan Yunani yang berjanji akan menerapkan reformasi di bidang pajak dan pensiun sebagai langkah awal mendapatkan bantuan darurat dengan tenor tiga tahun untuk menutup kewajiban utang yang jatuh tempo. Para pemimpin zona Euro akan kembali bertemu Minggu ini untuk membahas proposal baru penyelesaian utang Yunani yang akan menentukan negara tersebut tetap berada di kawasan tersebut atau keluar.
Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif rawan koreksi lanjutan menyusul minimnya insentif positif di pasar. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.860 dan resisten di 4.910. Di tengah risiko pasar yang meningkat, aksi beli selektif akan menyasar saham-saham yang memiliki isu sekoral yang positif seperti sektor barang konsumsi, infrastruktur dan jasa konstruksi.
(dnl/dnl)











































