First Asia Capital: Waspadai Penurunan Kinerja Emiten

First Asia Capital: Waspadai Penurunan Kinerja Emiten

First Asia Capital - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2015 08:54 WIB
First Asia Capital: Waspadai Penurunan Kinerja Emiten
Jakarta - Mengakhiri perdagangan perdana setelah Lebaran, Rabu (22/7/2014), IHSG ditutup menanjak 36,840 poin (0,76%) ke level 4.906,689. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 36 poin berkat aksi borong saham oleh investor asing menjelang penutupan perdagangan.Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 95,774 miliar di seluruh pasar. Perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 220.144 kali dengan volume 3,792 miliar lembar saham senilai Rp 5 triliun. Sebanyak 147 saham naik, 118 turun, dan 85 saham stagnan. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.370 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelum lebaran di Rp 13.335 per dolar AS.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Juli 2015 akan melaju pada kisaran 0,6 persen, menyusul kenaikkan harga barang dan jasa yang tak terlalu signifikan selama puasa dan lebaran. Prediksi ini positif bagi pasar karena IHSG sempat jatuh pada bulan Juni akibat tingginya inflasi pada bulan Mei 2015. Akan tetapi BI juga memangkas proyeksi ekonomi Indonesia tahun 2015 dari semula 5,4% - 5,8% menjadi 5% - 5,4%. Selain itu trend penurunan ekspor dan impor juga menjadi kekhawatiran tersendiri.

Sementara dari luar negeri, Bursa saham amerika mengalami koreksi cukup dalam akibat estimasi laba perusahaan tekonologi yang di bawah estimasi. Indeks Dow Jones turun 68,25 poin (0,38%) ke 17.851,04. Indeks S&P 500 turun 5,06 poin (0,24%) ke 2.114,15. Sementara indeks Nasdaq turun 36,35 poin (0,7%) ke 5.171,77. Selain itu turunnya harga komoditas juga masih berlangsung. Harga minyak dunia turun hingga di bawah USD 50 per barrel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan hari ini pelaku pasar akan memperhatikan pergerakan rupiah. Pelemahan rupiah masih berpotensi terjadi jika melihat tekanan yang terjadi akibat sentimen dari The Fed dan penurunan pertumbuhan ekonomi. Selain itu sama seperti Amerika, perlu diwaspadai penurunan kineja emiten Q2 2015. Oleh karena itu IHSG diperkirakan akan bergerak negatif dengan rentang support 4850 dan resisten 4930.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads