First Asia Capital: Pelaku Pasar Masih Menahan Diri

First Asia Capital: Pelaku Pasar Masih Menahan Diri

First Asia Capital - detikFinance
Jumat, 24 Jul 2015 08:52 WIB
First Asia Capital: Pelaku Pasar Masih Menahan Diri
Jakarta - Menutup perdagangan, Kamis (23/7/2015), IHSG menipis 3,844 poin (0,08%) ke level 4.902,845. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 142,979 miliar. Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 173.429 kali dengan volume 4,12 miliar lembar saham senilai Rp 4,016 triliun. Sebanyak 136 saham naik, 112 turun, dan 105 saham stagnan. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.420 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.370 per dolar AS. Pelemahan rupiah membuat tekanan terhadap IHSG. Padahal saham-saham konsumsi dan konstruksi menunjukkan penguatan.

Dari dalam negeri, pemerintah mencoba memberikan stimulus seperti tax holiday yang ditingkatkan hingga 20 tahun. Akan tetapi pemerintah juga meningkatkan bea masuk import berbagai jenis barang terutama barang konsumsi. Hal ini diharapkan akan menurunkan import sehingga penggunaan USD berkurang dan meningkatkan produksi dalam negeri. Akan tetapi hal ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang diprediksi masih akan berada di bawah 5%.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh seiring dengan kekecewaan pasar atas kinerja pendapatan dari Caterpillar Inc dan 3M Co. Jatuhnya bursa AS juga dipicu anjloknya harga minyak dan penguatan kurs dollas AS, setelah mendekati rekor tertinggi selama tiga bulan. Turunnya rata-rata pendapatan perusahaan di Amerika yang di bawah ekspektasi menunjukkan pemulihan ekonomi AS belum seperti yang diperkirakan. Ditambah lagi dengan menguatnya mata uang USD membuat produk yang di produksi perusahaan AS menjadi lebih mahal di negara lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan hari ini pelaku pasar cenderung akan menahan diri dalam perdagangan. Pelemahan kurs rupiah dan implementasi kebijakan bea import akan mempengaruhi pasar. Sektor akan berdampak adalah konsumsi yang berbasis import dan perdagangan. IHSG akan tertekan dengan support 4850 dan resisten di 4935.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads