IHSG kehilangan momentum sentimen positif saat pasar tengah libur lebaran. Sentimen positif tersebut datang dari membaiknya kondisi krisis utang Yunani dan rilis kembali surplusnya neraca perdagangan Indonesia. Saat kembali buka pasar justru didera sentimen negatif dari pernyataan Gubernur The Fed, Jannet Yellen yang memastikan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Sentimen negatif dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir pekan turut memberi tekanan terhadap bursa domestik.
Bank Indonesia (BI) memberikan proyeksi terbarunya mengenai current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan. Otoritas moneter ini memproyeksi defisit transaksi berjalan triwulan II 2015 akan berada pada level di bawah 2,3% dari PDB. Prediksi itu lebih rendah dari sebelumnya, sebab bebelumnya BI memperkirakan defisit triwulan II pada level 2,5% dari PDB. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan defisit yang turun lebih dalam ini akibat impor yang ternyata turun lebih dalam dibanding ekspor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini IHSG akan mengalami tekanan. Rilis kinerja emiten kuartal kedua dan pergerakan rupiah akan mendominasi sentimen dari pasar. Kinerja kuartal kedua diyakini tidak terlalu baik sehingga koreksi rentan terjadi. Selain itu nilai tukar rupiah juga masih melemah di kisaran 13400.
(ang/ang)











































