First Asia Capital: IHSG akan Mengalami Tekanan

First Asia Capital: IHSG akan Mengalami Tekanan

First Asia Capital - detikFinance
Senin, 27 Jul 2015 08:44 WIB
First Asia Capital: IHSG akan Mengalami Tekanan
Jakarta - Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (24/7/2015), IHSG ditutup terkoreksi 46,25 poin (0,94%) ke level 4.856,595. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 162,696 miliar di seluruh pasar. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 13.440 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.420 per dolar AS. Minimnya sentimen positif membuat IHSG sulit bergerak ke atas. Aksi jual langsung ramai sejak awal perdagangan dan menyeret IHSG ke zona merah.

IHSG kehilangan momentum sentimen positif saat pasar tengah libur lebaran. Sentimen positif tersebut datang dari membaiknya kondisi krisis utang Yunani dan rilis kembali surplusnya neraca perdagangan Indonesia. Saat kembali buka pasar justru didera sentimen negatif dari pernyataan Gubernur The Fed, Jannet Yellen yang memastikan kenaikan suku bunga pada tahun ini. Sentimen negatif dari anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir pekan turut memberi tekanan terhadap bursa domestik.

Bank Indonesia (BI) memberikan proyeksi terbarunya mengenai current account deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan. Otoritas moneter ini memproyeksi defisit transaksi berjalan triwulan II 2015 akan berada pada level di bawah 2,3% dari PDB. Prediksi itu lebih rendah dari sebelumnya, sebab bebelumnya BI memperkirakan defisit triwulan II pada level 2,5% dari PDB. Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan defisit yang turun lebih dalam ini akibat impor yang ternyata turun lebih dalam dibanding ekspor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu indeks manufaktur China secara tidak terduga tertekan ke level terendah dalam 15 bulan terakhir. Data yang dirilis oleh Caixin Media and Markit Economics menunjukkan, data awal Purchasing Managers' Index (PMI) China pada Juli berada di level 48,2. Angka tersebut turun dari bulan sebelumnya yang berada di level 49,4.

Pada perdagangan hari ini IHSG akan mengalami tekanan. Rilis kinerja emiten kuartal kedua dan pergerakan rupiah akan mendominasi sentimen dari pasar. Kinerja kuartal kedua diyakini tidak terlalu baik sehingga koreksi rentan terjadi. Selain itu nilai tukar rupiah juga masih melemah di kisaran 13400.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads