Bila dibandingkan dengan posisi penutupan tertinggi IHSG tahun ini di 5.523,29 (7/4), posisi IHSG kemarin telah terdiskon 14,6%, dan bila dibandingkan dengan akhir 2014 lalu di 5.226,947, indeks komposit telah terkoreksi 9,8%. Pada saat yang bersamaan, nilai tukar rupiah atas dolar AS telah merosot 8,2% (YTD) di Rp13.460/US$.
Kedua indikator pasar keuangan ini mengindikasikan risiko pasar keuangan Indonesia meningkat. Dana asing di pasar saham sepanjang tahun ini hingga perdagangan kemarin telah keluar sekitar Rp 12,5 triliun. Tahun lalu dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia mencapai Rp 43,3 triliun. Kinerja perekonomian makro yang memburuk seperti perlambatan pertumbuhan ekonomi dan depresiasi rupiah atas dolar, telah meningkatkan risiko pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membaiknya sentimen pasar saham global tersebut diharapkan akan berdampak pada perdagangan hari ini. Setelah mengalami koreksi dalam empat sesi perdagangan terakhir, IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan berpeluang rebound. Sejumlah isu individual terkait rilis laba emiten kuartal dua akan menjadi katalis pergerakan IHSG. Pergerakan IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4.690 dan resisten di 4.750.
(dnl/dnl)











































