First Asia Capital: IHSG Bergerak Variatif

First Asia Capital: IHSG Bergerak Variatif

First Asia Capital - detikFinance
Senin, 03 Agu 2015 08:54 WIB
First Asia Capital: IHSG Bergerak Variatif
Jakarta - Setelah bergerak dalam tren bearish sejak Juni lalu hingga di 4711, IHSG akhir pekan lalu sekaligus menandai perdagangan akhir Juli berhasil rebound dan tutup di 4802,520 atau naik 90,037 poin (1,9%). Aksi beli balik sejumlah emiten sektoral ditengarai dilakukan sejumlah fund untuk memperbaiki posisi portofolio pada perdagangan akhir Juli lalu. Kondisi ini memanfaatkan mometum rilis kinerja emiten sektoral paruh pertama tahun ini, Hampir seluruh harga saham sektoral menguat kecuali saham pertambangan. Namun dilihat sepekan maupun sepanjang Juli lalu, IHSG bergerak bearish. Selama sepekan IHSG koreksi 1,1% dan sepanjang Juli terkoreksi 2,2% melanjutkan koreksi Juni 5,8%.

Sepekan terakhir koreksi indeks terutama dipicu sentimen eksternal terkait kekhawatiran perkembangan ekonomi China dan tekanan harga komoditas. Aktivitas manufaktur China kembali mengindikasikan perlambatan pada ekonomi negara tersebut. Indeks Manufacturing PMI China Juli turun ke 50,0 di bawah estimasi dan bulan sebelumnya masing-masing 50,2. Sebelumnya data laba perusahaan industri di China Juni 2015 turun 0,3% (yoy) dan sepanjang paruh pertama 2015 turun 0,7% (yoy). Perlambatan ekonomi China dan penguatan dolar AS membuat harga komoditas terus tertekan seperti harga minyak mentah yang anjlok 1,8% sepekan kemarin di USD47/barrel.

Dari domestik, pasar digerakkan sentimen rilis laba emiten 1H15 dan kekhawatiran perlambatan ekonomi domestik menyusul tren depresiasi rupiah atas dolar AS yang berlanjut. Sepanjang Juli rupiah kembali tertekan 1% terhadap dolar AS berada di Rp13481 akhir Juli lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memasuki perdagangan awal pekan sekaligus awal Agustus,pergerakan IHSG diperkirakan akan bervariasi. Peluang penguatan lanjutan akan dibayangi aksi ambil untung menyusul masih minimnya insentif positif di pasar. Sentimen dari pasar global juga ikut membayangi perdagangan hari ini. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan kemarin masing-masing melemah 0,32% dan 0,23% menyusul sentimen rilis laba emiten yang di bawah ekspektasi dan anjloknya harga minyak mentah yang menyeret harga saham energi. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 4750 dan resisten di 4830 rawan koreksi.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads