Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Agu 2015 08:48 WIB

Saham Pertambangan Rebound, Dead Cat Bounce

Ellen May - detikFinance
Jakarta - Dead Cat Bounce artinya adalah penguatan sementara dalam pasar yang sedang trend turun. Istilah Dead Cat Bounce ini diperkenalkan pertama kali oleh seorang jurnalis asal Singapura.

Nah sama dengan kondisi saat ini.... Saat ini IHSG masih berpotensi untuk menguji area suport 4500 dalam jangka menengah. Manfaatkan setiap penguatan / dead cat bounce untuk trading jangka pendek.

Hari ini pasar menanti pengumuman data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2015 yang diprediksi akan melambat.

OJK memproyeksikan laba industri perbankan masih akan tertekan tahun ini dalam batas wajar karena perlambatan perekonomian.

Nilai tukar USD terhadap rupiah masih akan terus menguat, dengan target Rp 13800.

Salah satu penyebab utama menguatnya USD terhadap rupiah dan mata uang lainnya adalah sentimen global dan juga pernyataan The Federal Reserve Amerika yang akan menaikkan suku bunga.

Selain itu, pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh persepsi pasar merespon perlambatan perekonomian di Indonesia.

Bagaimana dengan pergerakan saham hari ini ? Simak ulasan bursa dan update range saham harian di #kopipagi 5 Agustus 2015 berikut ini.

Indeks Dow Jones ditutup di level 17,550.69 melemah 47.51 poin (-0.27%)

IHSG ditutup di level 4,781.09 melemah 19.10 poin (-0.40%), dalam jangka menengah IHSG masih berpotensi menguji area suport 4500


Beberapa saham pertambangan dan energi menunjukkan sinyal penguatan jangka pendek (dead cat bounce), dengan view :
· AALI*) masih berpotensi untuk kembali ke area 20000 dan potensi memantul uji area 22000. Toleransi terakhir untuk stop loss di area 19500.
· ADRO uji resisten 600, jika breakout menuju 700
· AKRA speculative 5500-6000
· ITMG resisten jangka pendek 12000, potensi memantul ke area tersebut, manfaatkan untuk mengurangi posisi buat yang nyangkut
· PTBA target jangka pendek 7000, waspadai ombak besar masih ke bawah arahnya. Ini hanya pantulan sementara
· INCO reversal sign untuk jangka pendek, target sekitar 2600-2700
· ANTM potensi uji area 700, waspadai volatilitas.
· TINS teknikal rebound jangka pendek dengan target 750-800. TINS akan diuntungkan dengan keputusan pemerintah merevisi beleid tentang ketentuan ekspor timah.
· PGAS ada pola bearish. Jika breakdown 4000 (toleransi terakhir 3850) batasi resiko / stop loss. Jika bertahan di atas 4000, range 4000-4400

 
Sektor perbankan yang saat ini paling tertahan suport adalah BBNI.
· BBNI, BMRI, BBRI sudah boleh cicil untuk beli buat long term invest, terutama BBNI (timing paling ok).
· BBRI*) fundamental paling ok, timing cukup bagus di 10000. Jika ada diskon sampai 8000, boleh beli lebih banyak.
· BBRI ada minor resist di area 10500 sebelum 11000. Waspadai profit taking di area tersebut buat yang trading jangka pendek
· BBNI*) yang sudah beli di area suport, lindungi keuntungan Anda. Range 4500-5000.


Sektor lainnya:
· JSMR*) tertahan suport monthly, jangka pendek konsolidasi 5500-6000. Jangka menengah target 6400. Stop loss jika di bawah 5500.
· CTRA target 1200
· INDF short term bisa mencapai 6400, namun sifatnya hanya sementara. Mid term masih bisa turun lagi, bahkan jika breakdown 6000 potensi menguji 5000
· MNCN uji resisten 2200, jika berhasil breakout potensi menguji area berikutnya 2300
· SMGR*) jika bertahan di atas 10000 target 11000 dan 12000. Jika di bawah 10000 maksimum toleransi 9500, batasi resiko.
· SSIA on suport 800. Target terdekat 900. Jika berhasil lampaui 900 potensi uji area 1000.
· Group Bhakti / MNC, saham MNCN, BMTR, dan BHIT masih berpotensi menguat jangka menengah. Waspadai likuiditas & volatilitas
· Saham lapis 2 KRAH potensi uji area 2000 dan 2200, hati2 volatil, lindungi modal Anda. KREN sebaiknya tunggu konsolidasi dulu, terlalu high risk masuk sekarang

Semoga bermanfaat!! Disclaimer on & Salam Profit!

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed