Kemarin Badan Pusat Statisti (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II-2015 hanya 4,67% (yoy) melambat dibandingkan kuartal I-2015 sebesar 4,72%. Sepanjang paruh pertama tahun ini, pertumbuhan ekonomi domestik hanya 4,7%. Pertumbuhan ekonomi kuartal II-2015 yang hanya 4,67% merupakan yang terendah sejak 2009 lalu.
IHSG akhirnya berhasil ditutup di atas 4.800 yakni di 4.850,532 atau naik 69,445 poin (1,45%). Namun kenaikan ini dibayangi dengan berlanjutnya depresiasi rupiah atas dolar AS yang kemarin menembus Rp 13.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data ekonomi AS seperti indeks ISM Non-Manufacturing Juli yang naik ke 60,3 di atas perkiraan 56,3 mengindikasikan aktivitas industri jasa negara tersebut bergerak tumbuh lebih cepat turut mengangkat rebound saham di Wall Street.
Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan penguatannya. Namun bayangan depresiasi rupiah atas dolar AS yang telah menembus Rp 13.500 diperkirakan membuat penguatan terbatas. Pelemahan rupiah atas dolar terutama terimbas pelemahan mata uang emerging market terhadap dolar AS, menyusul antisipasi pasar atas kenaikan tingkat bunga The Fed menjelang akhir tahun.
IHSG diperkirakan beregrak dengan support di 4.830 dan resisten di 4.910 cenderung menguat.
(dnl/dnl)











































