Akhir perdagangan pekan kemarin Bursa Wall Street kembali ditutup terkoreksi cukup signifikan, dengan mayoritas indeks terjun bebas d atas 3 persen. Indeks Dow Jones turun sebesar 3.12% ke level 16,459.75 , Indeks S&P 500 turun sebesar 3.19% ke level 1,970.89, dan indeks Nasdaq terpental paling dalam sebesar 3.52% ke level 4,706.04. Pelemahan bursa wall street inline dengan yang terjadi pada bursa Asia.
Kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan perkonomian China semakin besar, setelah rilisnya data manufacturing china yang lebih rendah dari ekspektasi pelaku pasar yaitu sebesar 47.1 atau lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 47.8, membuat para pelaku pasar memilih untuk mengambil posisi aman dengan melakukan aksi jual, tercermin dengan penjualan saham Apple yang menurun sangat drastis sebesar 6,12% ke level 112,65 dollar yg menjadi pendukung indeks Nasdaq terjatuh dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami perkirakan IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya di tengah kondisi pasar yang belum kondusif. Indeks stochastic oscilator semakin melemah, diikui oleh pelemahan yang terjadi pada MACD histogram. Selain itu indikator lain seperti; Momentum dan RSI juga terus melanjutkan pelemahannya. Kami perkirakan IHSG akan bergerak pada kisaran 4258 β 4391.
(ang/ang)











































