Pasar kembali melepas aset beresiko setelah data aktivitas manufaktur China Agustus menunjukkan terjadinya kontraksi seperti tercermin dari indeks China final Manufacturing PMI yang turun ke 49,7 dari Juli lalu di 50. Ini untuk pertama kalinya sejak Februari lalu indeks final manufacturing PMI China berada di bawah 50 yang mengindikasikan terjadinya kontraksi. Data manufaktur China tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi China yang tentunya akan mempengaruhi outlook pertumbuhan ekonomi global. Seluruh bursa kawasan dan global kemarin terkoreksi tajam terimbas sentimen data ekonomi China tersebut.
Di Wall Street tadi malam indek saham anjlok hampir 3%. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 2,84% dan 2,96% tutup di 16058,35 dan 1913,85. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global terus berlanjut setelah data aktivitas manufaktur China mengalami kontraksi dan di AS mengalami perlambatan. Indeks ISM Manufacturing PMI AS Agustus turun ke 51,1 di bawah estimasi pasar 52,6 dan angka bulan sebelumnya 52,7. Sementara harga minyak mentah di AS tadi malam anjlok 10% setelah mengalami rally dalam tiga hari perdagangan sebelumnya, di USD44,23/barrel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































