First Asia Capital: Risiko Pasar Kembali Meningkat

First Asia Capital: Risiko Pasar Kembali Meningkat

First Asia Capital - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2015 08:52 WIB
First Asia Capital: Risiko Pasar Kembali Meningkat
Jakarta - IHSG pada perdagangan kemarin kembali terkoreksi tajam hingga 97,148 poin (2,15%) di 4412,459. Nilai transaksi di Pasar Reguler turun hanya mencapai Rp3,2 triliun dibandingkan rata-rata harian Agustus lalu yang mencapai Rp3,99 triliun. Penjualan bersih asing kemarin mencapai Rp232,7 miliar. Tekanan jual di pasar terutama dipicu sejumlah saham unggulan berkapitalisasi besar terimbas sentimen negatif dari kawasan Asia.

Pasar kembali melepas aset beresiko setelah data aktivitas manufaktur China Agustus menunjukkan terjadinya kontraksi seperti tercermin dari indeks China final Manufacturing PMI yang turun ke 49,7 dari Juli lalu di 50. Ini untuk pertama kalinya sejak Februari lalu indeks final manufacturing PMI China berada di bawah 50 yang mengindikasikan terjadinya kontraksi. Data manufaktur China tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran atas perlambatan ekonomi China yang tentunya akan mempengaruhi outlook pertumbuhan ekonomi global. Seluruh bursa kawasan dan global kemarin terkoreksi tajam terimbas sentimen data ekonomi China tersebut.

Di Wall Street tadi malam indek saham anjlok hampir 3%. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 2,84% dan 2,96% tutup di 16058,35 dan 1913,85. Kekhawatiran perlambatan ekonomi global terus berlanjut setelah data aktivitas manufaktur China mengalami kontraksi dan di AS mengalami perlambatan. Indeks ISM Manufacturing PMI AS Agustus turun ke 51,1 di bawah estimasi pasar 52,6 dan angka bulan sebelumnya 52,7. Sementara harga minyak mentah di AS tadi malam anjlok 10% setelah mengalami rally dalam tiga hari perdagangan sebelumnya, di USD44,23/barrel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meningkatnya resiko pasar akan kembali memicu tekanan jual pada perdagangan hari ini. IHSG diperkirakan akan kembali menguji support di 4335. Sedangkan resisten di 4460.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads