Jakarta - Mengakhiri perdagangan, IHSG ditutup menipis 4,016 poin (0,09%) ke level 4.343,261. Mengawali perdagangan IHSG turun 34,621 poin (0,80%) ke level 4.312,656 mengekor koreksi pasar saham regional dan global. Indeks kembali bergerak di kisaran 4.200. Sempat jatuh hingga ke titik terendahnya di 4.290,683 sebelum koreksinya mulai melambat. Aksi beli investor domestik mengurangi pelemahan IHSG.Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah di posisi Rp 14.329 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.283 per dolar AS.Transaksi investor asing hingga sore ini tercatat melakukan penjualan bersih senilai Rp 94,998 miliar di seluruh pasar.
Bursa saham di Asia kemarin kompak melemah setelah pengumuman data-data ekonomi Cina dan Jepang dinilai mengkhawatirkan dan akan berdampak bagi ekonomi global. Consumer Price Index China meningkat hingga 2% diatas ekspektasi yaitu sebesar 1,9%. Selain itu adanya penurunan rating utang Brazil oleh S&P menjadi BB+ dengan negatif outlook membuat investor menghindari aset beresiko. S&P juga menurunkan prediksi pertumbuhan ekonomi di Asia dan sejumlah negara berkembang. Penurunan ini membuat investor khawatir akan memburuknya perekonomian global.
Lain halnya dengan bursa AS yang ditutup di zona positif pada transaksi penutupan tadi malam. Indeks Standard & Poor's 500 ditutup naik 0,5% menjadi 1.952,29. Kenaikan disebabkan naiknay saham-saham teknologi dan investor juga menunggu hasil pertemuan the Fed yang akan berakhir pada hari ini, terkait rencana kenaikan suku bunga acuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak pada rentang sempit dan berpotensi terkoreksi. Pergerakan nilai tukar akan berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Aksi jual oleh investor asing masih akan berlanjut. Pasar asih akan tertekan karena spekulasi The Fed malam ini. Investor sebaiknya berhati-hati dan melakukan pemilihan selektif terhadap saham-saham yang memiliki sentimen positif dan aksi korporasi.
(ang/ang)