Jakarta - Sentimen negatif baik dari domestik maupun global yang rilis kemarin menyebabkan IHSG mengalami koreksi. IHSG ditutup turun tipis sebesar 0.092% ke level 4,312.65 . Sebanyak 6 sektor melemah, dipimpin oleh sektor Agriculture dan sektor mining yang masing- masing turun sebesar 3.13% dan 2.2%. Koreksi yang terjadi kemarin disebabkan oleh rilisnya data penjualan retail bulan Juli yang tercatat turun sebesar 4.8% dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu terdepresiasinya rupiah yang sudah mencapai level 14.332 membuat IHSG sulit untuk menyentuh zona hijau. Tekanan dari bursa Asia juga menahan pergerakan IHSG dimana mayoritas bursa Asia terkoreksi, indeks Hangseng dan Nikkei masing-masing turun sebesar 2.51% dan 2.57% . Aksi tekanan nampaknya sudah mulai mereda jika dibandingkan beberapa hari sebelumnya dalam pekan ini, pelaku pasar asing mencatatkan net sell sebesar Rp 134.28 miliar.
Bursa Wall Street berhasil mencatatkan penguatan pada perdagangan semalam ditengah kekhawatiran pelaku pasar akan pertemuan The Fed pada minggu depan. Penguatan bursa Wall Street didukung oleh kenaikan saham Apple yang rebound sebesar 2.2% dan saham bioteknologi yaitu Gilead yang menguat sebesar 3.3%. Selain itu rilisnya data Producer Price Index bulan Agustus yang naik menjadi 0.2% dari sebelumnya berada di -0.1% ikut menjadi katalis positif pada perdagangan semalam. Indeks Dow Jones Naik sebesar 0.47% ke level 16,330.40, indeks S&P 500 menguat 0.53% ke level 1,952.29 dan indeks Nasdaq naik 0.84% ke level 4,796.25.
Sementara itu bursa Eropa semalam ditutup melemah, seiring dengan sentimen negatif dari China akan kenaiakan inflasi inti yang tidak diimbangi oleh naiknya producer price index yang menyebabkan bursa China kemarin mengalami koreksi. Indeks FTSE 100 turun sebesar 1.18% ke level 6,155.81, indeks CAC 40 terkoreksi sebesar 1.46% 4,596.53 dan indeks DAX turun sebesar 0.90% ke level 10,210.44.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat terbatas. Secara teknikal, indicator MACD Histogram dan Stochastic Oscillator masih terlihat bergerak sideways. Namun indicator RSI bergerak menguat. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4305-4385.
(ang/ang)