Jakarta - Setelah mengalami koreksi dua hari berturut-turut, kemarin IHSG berhasil ditutup cerah dengan naik sebesar 1.06% ke level 4,378.39. Mayoritas indeks sektoral berhasil menguat, dipimpin oleh sektor Consumer Goods dan manufacture yang masing-masing berhasil naik sebesar 2.46% dan 1.58%. Keputusan dewan gubernur BI untuk tetap menjaga BI rate di 7.5% nampaknya direspon positif oleh pelaku pasar. Aksi beli perdagangan kemarin didominasi oleh pelaku pasar domestik, di mana investor asing masih kembali mencatatkan net sell sebesar Rp 678.71 miliar.
Dari bursa Asia, mayoritas berhasil ditutup menguat, kecuali bursa China, dimana indeks Shanghai turun sebesar 2.10% dan indeks Hangseng turun sebesar 0.51%.
Sementara itu, indeks utama di bursa AS semalam ditutup mixed dengan mayoritas mengalami penurunan. Hasil Rapat FOMC meeting semalam memutuskan bahwa The Fed tetap mempertahankan suku bunganya di level 0.25% seiring dengan masih rendahnya tingkat inflasi AS dan masih lambatnya perekonomian global. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunganya pada akhir tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu bursa Eropa mayoritas ditutup naik tipis pada perdagangan semalam seiring dengan rilisnya data construction output tahunan bulan Juli yang positif dengan naik cukup signifikan dari sebelumnya berada di -1.3% menjadi 1.8%. Indeks CAC 40 naik sebesar 0.20% ke level 4,655.14 dan indeks DAX naik 0.02% ke level 10,229.58, sementara itu indeks FTSE 100 terkoreksi sebesar 0.68% ke level 6,186.99.
Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak variatif dengan kecenderungan melemah mengingat hari ini merupakan akhir pekan. Secara teknikal, indicator MACD Histogram masih bergerak naik. Namun, indicator indikator MFI dan stochastic oscilator melemah. IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 4335 β 4415.
(ang/ang)