First Asia Capital: IHSG Rawan Koreksi

First Asia Capital: IHSG Rawan Koreksi

First Asia Capital - detikFinance
Senin, 21 Sep 2015 08:07 WIB
Jakarta - Penguatan lanjutan IHSG akhir pekan lalu tertahan di resisten 4.410, menyusul aksi ambil untung pemodal di tengah masih beiesikonya iklim pasar. IHSG akhirnya tutup flat di 4.380,320 setelah sempat menguat 33 poin di sesi pertama. Pasca putusan The Fed yang kembali menahan tingkat bunganya, risiko pasar kembali meningkat, terutama terkait ekspektasi atas pemburukan perekonoman global. Pasar emerging market menghadapi meningkatnya risiko capital outflow. Akhir pekan kemarin penjualan bersih asing di pasar saham mencapai Rp 464,03 miliar.

Selama sepekan terakhir penjualan bersih asing di pasar saham mencapai Rp 1,67 triliun, melanjutkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp 1,82 triliun. IHSG selama sepekan terakhir bergerak bervariasi dan berhasil menguat tipis 0,46% dan rupiah melanjutkan tren pelemahannya 1,1% di Rp 14.463/US$.

Sentimen pasar yang menggerakkan IHSG pekan kemarin terutama didominasi sentimen eksternal mengantisipasi putusan The Fed mengenai tingkat bunga. Sementara Wall Street akhir pekan lalu merespons negatif putusan The Fed yang menahan tingkat bunganya, menyusul meningkatnya kekhawatiran ancaman perlambatan ekonomi global yang bisa mempengaruhi proses pemulihan ekonomi AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks DJIA dan S&P di Wall Street akhir pekan lalu koreksi masing-masing 1,74% dan 1,62% di 16.384,58 dan 1.958,03. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,30% dan 0,15%. Sedangkan harga minyak mentah di AS akhir pekan lalu turun hampir 5% di US$ 44,68/barel.

Meningkatnya kembali risiko pasar saham global, dan kondisi perekonomian domestik yang cenderung memburuk, menyusul depresiasi rupiah atas dolar AS yang mendekati Rp 14.500/US$ membuat pergerakan IHSG awal pekan ini rawan koreksi. IHSG pada perdagangan awal pekan ini diperkirakan bergerak dengan support di 4.350 dan resisten di 4.410 rawan koreksi.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads