Mayoritas indeks sektoral melemah, dipimpin oleh sektor Basic Industry dan Finance yang masing-masing melemah sebesar 0,97% dan 0,66%. Saham dari indeks Basic Industry yang turun tajam di antaranya adalah EKAD (7,96%), SPMA (5,45%) dan INTP (4,26%). Untuk sektor finance, penurunan tertinggi yaitu NAGA (9,26%), MCOR (8,48%), dan LPPS (7,74%).
Hal yang sama juga terjadi pada indeks bursa Asia, di mana mayoritas bursa Asia mencatatkan pelemahan. Dari 8 indeks hanya 2 indeks yang berhasil mencatatkan penguatan, yaitu indeks Shanghai yang menguat sebesar 1,89% dan indeks ST-Times yang naik tipis sebesar 0,09%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rebound-nya bursa Wall Street didukung dari kenaikan saham Apple yang naik sebesar 1,6% ke level US$ 115,21 yang memimpin kenaikan pada indeks S&P 500, serta rebound-nya saham-saham di sektor keuangan. Namun demikian, untuk sektor farmasi termasuk saham biotek tidak ikutan menguat bahkan terkoreksi cukup tajam setelah calon presiden AS, 'Hillary Clinton' dalam pidatonya mengumumkan berencana akan menghentikan subsidi obat-obatan. Biogen (BIIB.O) terkoreksi sebesar 5,6% ke US$ 297,16 dan Gilead (GILD.O) turun sebesar 2,5% ke level US$ 105,74.
Selain itu rilisnya data penjualan rumah AS bulan Agustus yang hanya 5,31M atau lebih rendah dari periode sebelumnya 5,58 M, ikut menjadi katalis negatif yang menjadi penahan bursa AS untuk naik lebih tinggi.
Kami perkirakan IHSG hari ini masih akan bergerak melemah. Faktor pelemahan rupiah juga akan menjadi pemberat IHSG pada hari ini. Secara teknikal, indikator MACD histogram sudah mulai melemah, indikator stochatic oscilator terlihat menguat. Selain itu, MFI bergerak flat. Kami perkirakan IHSG hari ini akan berada di kisaran 4.335-4.416.
(dnl/dnl)











































