Pada perdagangan Selasa (22/9) IHSG turun 32 poin (-0,73%) ke level 4.344,04, dengan nilai transaksi di pasar reguler Rp 3 triliun, masih terkena dampak penurunan outlook ekonomi China dan India oleh ADB.
Sebanyak 6 sektor mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor consumer dan infra. Sementara sektor mining, agri dan misc-industry mengalami kenaikan. Sebanyak 98 saham mengalami kenaikan, 184 saham mengalami penurunan, 91 saham tidak mengalami perubahan, dan 217 saham tidak diperdagangkan.
Saham-saham yang menjadi pemberat bursa antara lain PGAS, SMGR, UNVR, UNTR, dan ICBP, di mana asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler Rp 130,1 miliar dengan saham-saham yang banyak dijual asing antara lain BBRI, BBCA, UNVR, dan KLBF.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini (23/9) IHSG diperkirakan akan melemah di kisaran 4.305-4.407, dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain UNVR, AKRA, BIPI, MDLN, dan SRIL.
Rupiah Selasa (22/9) ditutup melemah di level Rp 14.499/US$, dan hari ini (23/9) diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp 14.451-Rp14.576 dengan kecenderungan melemah.
(dnl/dnl)











































