OSO Securities: IHSG Rentan Aksi Jual

OSO Securities: IHSG Rentan Aksi Jual

OSO Securities - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2015 08:28 WIB
Jakarta - IHSG kembali terkoreksi melanjutkan pelemahan pada hari sebelumnya dengan turun sebesar 0,73% ke level 4.334,04. Terdapat 98 saham yang berhasil ditutup naik, 184 saham turun, dan 920 saham lainnya stagnan. Dari total 10 sektor yang terdaftar di BEI, hanya 3 sektor yang berhasil menguat, di antaranya sektor Agriculture (0,22%), Mining (0,29%), dan MISC Industry (0,15%), sedangkan 7 sektor lainnya melemah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar yang saat ini sudah tembus di atas Rp 14.500/US$, menjadikan kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi Indonesia kuartal III semakin besar. Maraknya aksi jual pada perdagangan kemarin, masih didominasi oleh asing, dimana pelaku pasar asing mencatatkan net sell sebesar Rp 380,83 miliar.

Sementara itu, indeks di bursa Asia kemarin ditutup mixed. Indeks Shanghai, TWSE, KOSPI dan Hang Seng berhasil menguat. Sedangkan indeks Nikkei, KLSE, dan ST-Times, Sensex terkoreksi. Koreksi tertinggi dipimpin oleh indeks Nikkei yang mencatatkan penurunan sebesar 1,96% ke level 18.070,21.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa Wall Street kembali ditutup terkoreksi pada perdagangan semalam ditengah naiknya indeks harga perumahan AS bulan Juli sebesar 0,6% dari periode sebelumnya 0,2%. Indeks Dow Jones melemah 1,09% ke level 16.330,47, S&P 500 turun sebesar 1,23% ke level 1.942,74, dan Nasdaq terkoreksi sebesar 1,5% ke level 4.756,72.

Pelemahan dipicu oleh maraknya aksi jual komoditas yang menyeret harga saham yang berada disektor berbahan dasar komoditas. Sektor S&P materials. (SPLRCM) terkoreksi sebesar 1,8% yang memimpin penurunan indeks S&P 500. Kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan ekonomi China juga menjadi salah satu faktor yang menekanan harga komoditas selama 2 minggu terakhir ini.

Selain itu keputusan The Fed untuk menjaga suku bunganya di 0,25% semakin menambah kekhawatiran pelaku pasar, seiring dengan pernyataan Dennis lockhart bahwa kenaikan suku bunga The Fed masih mungkin dilakukan pada akhir tahun ini.

Kami perkirakan IHSG hari ini masih rentan terhadap aksi tekanan jual, seiring dengan rupiah yang sudah menyentuh level Rp 14.500/US$. Selain itu, Data manufacturing China bulan September yang akan dirilis hari ini juga menjadi salah satu faktor yang akan menjadi penggerak indeks.

Secara teknikal, histogram MACD melemah didukung oleh penurunan indikator stochatsic oscilator. MFI bergerak flat dan RSI turun. Kami perkirakan IHSG akan berada di kisaran 4.305-4.721.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads