Nilai transaksi di Pasar Reguler kemarin hanya Rp 2,95 triliun, dan pemodal asing kembali mencatatkan nilai penjualan bersih Rp 380,83 miliar. Koreksi IHSG kemarin terutama akibat meningkatnya kekhawatiran pemburukan ekonomi kawasan Asia, setelah ADB menurunkan proyeksi pertumbuhannya.
Akibatnya mata uang emerging market termasuk rupiah kembali tertekan. Kemarin ADB menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia tahun ini menjadi hanya 5,8% dari sebelumnya 6,1%. Perekonomian China tahun ini diperkirakan hanya tumbuh 6,8%, turun dari proyeksi sebelumnya 7,2%, dan dari tahun lalu 7,3%. Sedangkan ekonomi Indonesia tahun ini oleh ADB diperkirakan hanya tumbuh 4,9%, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya 5%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks saham The MSCI Emerging Markets koreksi 0,9% di 808,23. Harga minyak mentah tadi malam terkoreksi 1,82% di US$ 45,83/barel. Sedangkan indeks The Bloomberg Commodity tadi malam koreksi 1% terendah dalam bulan ini. Memburuknya outlook perekonomian global dan kawasan Asia dengan China sebagai motor utamanya membuat aset berisiko kembali dihindari pemodal.
IHSG pada perdagangan hari ini menjelang libur nasional besok akan kembali didominasi tekanan jual. Saham-saham sektoral berbasiskan komoditas terutama tambang akan cenderung tertekan seiring memburuknya outlook harga komoditas tambang. Data awal aktivitas manufaktur China yang akan keluar hari ini akan turut mempengaruhi sentimen pasar. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support 4.300 dan resisten di 4.365 cenderung tertekan.
(dnl/dnl)











































