Nilai tukar rupiah atas dolar AS Rabu lalu berada di Rp 14.623/US$ (kurs Jisdor) atau melemah 1,3%. Sepanjang tahun ini rupiah atas dolar AS telah melemah 17,5% (YTD). Kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global, terutama kekhawatiran atas perekonomian China dan ekspektasi kenaikan tingkat bunga AS, telah meningkatkan risiko capital outflow (modal asing keluar) dari pasar emerging market.
Penjualan bersih asing di pasar saham Indonesia Rabu lalu mencapai Rp 690,42 miliar. Sepanjang tahun ini hingga Rabu lalu, penjualan bersih asing telah mencapai Rp 12 triliun. Depresiasi rupiah yang terus berlanjut memicu asing keluar dari pasar saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Wall Street tadi malam kembali terkoreksi untuk tiga hari perdagangan berturut-turut. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,48% dan 0,34% tutup di 16201,32 dan 1932,24. Harga minyak mentah tadi malam di US$ 44,91/barel, rebound 0,97% setelah anjlok hari sebelumnya 4%. Volatilitas pergerakan di Wall Street dipicu penantian atas kepastian kenaikan tingkat bunga The Fed tahun ini.
Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi, namun masih dibayangi dengan meningkatnya kekhawatiran pelemahan rupiah atas dolar AS yang mendekati level Rp 14.700/US$. IHSG diperkirakan bergerak dengan support 4,220 dan resisten di 4.290 masih rawan koreksi lanjutan.
(dnl/dnl)











































