First Asia Capital: IHSG Dibayangi Pelemahan Rupiah

First Asia Capital: IHSG Dibayangi Pelemahan Rupiah

First Asia Capital - detikFinance
Jumat, 25 Sep 2015 08:49 WIB
Jakarta - IHSG pada perdagangan Rabu lalu kembali tertekan hingga 2,29%, tutup di 4.244,427. Pemodal kembali melepas saham-saham sektoral terutama yang sensitif interest rate, seperti perbankan menyusul meningkatnya risiko pasar, setelah rupiah menembus level Rp 14.600/US$.

Nilai tukar rupiah atas dolar AS Rabu lalu berada di Rp 14.623/US$ (kurs Jisdor) atau melemah 1,3%. Sepanjang tahun ini rupiah atas dolar AS telah melemah 17,5% (YTD). Kekhawatiran perlambatan pertumbuhan ekonomi global, terutama kekhawatiran atas perekonomian China dan ekspektasi kenaikan tingkat bunga AS, telah meningkatkan risiko capital outflow (modal asing keluar) dari pasar emerging market.

Penjualan bersih asing di pasar saham Indonesia Rabu lalu mencapai Rp 690,42 miliar. Sepanjang tahun ini hingga Rabu lalu, penjualan bersih asing telah mencapai Rp 12 triliun. Depresiasi rupiah yang terus berlanjut memicu asing keluar dari pasar saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG sepanjang tahun ini telah koreksi 18,80% (YTD), berkinerja terburuk di kawasan Asia Pasifik. Koreksi IHSG dan pelemahan rupiah atas dolar AS Rabu lalu terutama terimbas faktor China, setelah data awal aktivitas manufaktur China akhir September ini kembali melemah. Ini tercermin dari indeks Caixin Flash Manufacturing yang turun ke 47,0 di bawah bulan sebelumnya 47,3. Ini merupakan angka terendah dalam 78 bulan terakhir.

Sementara Wall Street tadi malam kembali terkoreksi untuk tiga hari perdagangan berturut-turut. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,48% dan 0,34% tutup di 16201,32 dan 1932,24. Harga minyak mentah tadi malam di US$ 44,91/barel, rebound 0,97% setelah anjlok hari sebelumnya 4%. Volatilitas pergerakan di Wall Street dipicu penantian atas kepastian kenaikan tingkat bunga The Fed tahun ini.

Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak bervariasi, namun masih dibayangi dengan meningkatnya kekhawatiran pelemahan rupiah atas dolar AS yang mendekati level Rp 14.700/US$. IHSG diperkirakan bergerak dengan support 4,220 dan resisten di 4.290 masih rawan koreksi lanjutan.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads