IHSG menutup perdagangan akhir pekan lalu kembali terkoreksi menandai koreksi dalam tiga hari perdagangan berturut-turut, tutup di 4209,439 atau melemah 34,988 poin (0,82%). Selama sepekan IHSG koreksi hingga 3,9% menyusul meningkatnya resiko capital outflow dan depresiasi rupiah atas dolar AS yang sudah menembus Rp 14.700 akhir pekan lalu. Berdasarkan kurs Bank Indonesia (BI) nilai tukar rupiah atas dolar AS akhir pekan lalu di Rp 14.690 atau koreksi 1,57% selama sepekan. Seiring tren depresiasi rupiah atas dolar AS, arus dana asing yang keluar dari pasar saham terus berlanjut.
Akhir pekan kemarin nilai penjualan bersih asing di pasar saham mencapai Rp 520,76 miliar. Selama sepekan terakhir penjualan bersih asing mencapai Rp 2,04 triliun melanjutkan pekan sebelumnya Rp 1,67 triliun. Koreksi IHSG dan pelemahan lanjutan rupiah atas dolar AS pekan kemarin terutama dipicu meningkatnya kekhawatiran resiko perekonomian domestik menyusul memburuknya perkembangan ekonomi kawasan terutama ekonomi China. Data aktivitas manufaktur China September ini kembali mengindikasikan terjadinya kontraksi pertumbuhan manufaktur di negara tersebut. Indeks Flash Manfacturing China turun ke 47,0 dari bulan sebelumnya 47,3.
Sementara itu Wall Street akhir pekan lalu bergerak bervariasi. Tekanan jual terutama melanda saham berbasiskan bioteknologi yang menekan indeks Nasdaq hingga 1% di 4.686,50. Sedangkan indeks DJIA berhasil rebound setelah koreksi tiga hari perdagangan sebelumnya. Indeks DJIA tutup menguat 0,70% di 16314,67 terutama dipicu kenaikan saham Nike 9% setelah laporan kinerja di atas estimasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ang)











































